internasional

Di Antara Bisnis dan Keamanan: Inggris Kaji Ulang Hubungan dengan Tiongkok

Jumat, 16 Mei 2025 | 16:50 WIB
Bendera Tiongkok dan Union Jack berdiri selama Dialog Energi Tiongkok-Inggris di Beijing, Tiongkok. Source FOTO: REUTERS

BEIJING,METROSELEBES.COM-Pemerintah Inggris dijadwalkan merilis audit besar Pada Kamis, (16/05/2025). Mengenai hubungan bilateral dengan Tiongkok pada awal Juni, menurut dua sumber yang mengetahui rencana tersebut. Audit ini digadang-gadang sebagai evaluasi paling komprehensif yang pernah dilakukan Inggris terhadap interaksi diplomatik dan ekonomi dengan negara ekonomi terbesar kedua di dunia.

Baca Juga: Gubernur BI Soroti Hijab Impor dari China, Dorong UMKM Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah

Audit ini dipesan tak lama setelah Perdana Menteri Keir Starmer dari Partai Buruh naik ke tampuk kekuasaan pada Juli 2024. Tujuannya adalah menilai kembali posisi Inggris dalam menghadapi dinamika Tiongkok yang kompleks sebuah upaya menyeimbangkan keinginan untuk memperkuat hubungan dagang dengan kewaspadaan atas potensi ancaman terhadap keamanan nasional.

 

Pemerintah sebelumnya, melalui badan intelijen, telah menetapkan Tiongkok sebagai ancaman jangka panjang utama pada 2022, mengutip kesulitan dalam memahami motif strategis Beijing.

Baca Juga: 77 Tahun Terusir: Ketika Rumah Jadi Kenangan dan Tenda Jadi Harapan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, menyatakan harapannya agar Inggris dapat mempertahankan pandangan objektif terhadap Tiongkok dan menciptakan suasana kondusif bagi hubungan yang sehat dan stabil antara kedua negara.

 

Audit ini, menurut laporan sebelumnya, kemungkinan akan diselaraskan dengan tinjauan strategis pertahanan nasional Inggris yang juga akan segera diterbitkan. Namun, menurut satu sumber, laporan tersebut tidak akan mengisyaratkan perubahan besar dalam kebijakan luar negeri Inggris terhadap Tiongkok.

Baca Juga: India Tegas Tolak Upaya China Ganti Nama Wilayah Arunachal, Tegaskan Kedaulatan Penuh

Pendekatan yang digunakan tetap akan mengusung strategi "tiga C": challenge (tantang), compete (bersaing), dan cooperate (bekerja sama)—sebuah kerangka kebijakan yang telah digunakan oleh pemerintah Inggris untuk menghadapi Tiongkok dalam berbagai bidang.

 

Dalam beberapa bulan terakhir, terlihat tanda-tanda pelunakan pendekatan Inggris terhadap Tiongkok. Menteri Keuangan Rachel Reeves dan Menteri Luar Negeri David Lammy telah mengunjungi Beijing, dan Menteri Perdagangan Jonathan Reynolds dijadwalkan menyusul antara sekarang hingga September untuk menghidupkan kembali dialog dagang utama.

Baca Juga: AS Longgarkan Tarif Impor Paket Kecil dari China, Era Emas E-commerce Mulai Meredup

Halaman:

Tags

Terkini