internasional

77 Tahun Terusir: Ketika Rumah Jadi Kenangan dan Tenda Jadi Harapan

Jumat, 16 Mei 2025 | 11:57 WIB
Demonstran pro-Palestina melakukan protes terhadap Israel untuk memperingati 77 tahun "Nakba" atau malapetaka, di Berlin, Jerman, pada 15 Mei 2025. Source FOTO: Reuters

GAZA,METROSELEBES.COM-Di tengah puing-puing rumah dan suara pesawat tempur yang menggelegar di langit Gaza, warga Palestina kembali mengenang hari kelam dalam sejarah mereka—Hari Nakba.

Baca Juga: Trump Incar Triliunan Dolar di Teluk, Abaikan Isu Gaza dan Iran

Setiap tanggal 15 Mei, mereka memperingati tragedi tahun 1948 yang mengusir lebih dari 700.000 jiwa dari tanah kelahiran mereka, namun tahun ini terasa berbeda. Lebih menyakitkan. Lebih nyata.

 

Perang yang masih berkecamuk di Jalur Gaza dan kamp-kamp pengungsi di Tepi Barat membuat luka Nakba kembali menganga. Seolah sejarah tak pernah benar-benar berlalu, kini ratusan ribu warga Palestina kembali terusir dari rumah mereka, hidup dalam ketidakpastian di tenda-tenda darurat dan reruntuhan bangunan.

Baca Juga: Langkah Mengejutkan Hamas: Bebaskan Tentara AS di Tengah Krisis Kemanusiaan Gaza

“Tak pernah ada perang seperti ini,” ungkap Badryeh Mohareb, perempuan tua yang menyaksikan Nakba saat masih kanak-kanak. Dulu, ia bersama keluarganya melarikan diri dari Jaffa ke Gaza.

Kini, di usia senjanya, ia kembali menjadi pengungsi—dua cucunya tewas, rumahnya hancur. “Orang-orang benar-benar hancur,” katanya lirih, duduk di depan sisa-sisa rumahnya di Khan Younis.

Seorang demonstran pro-Palestina memegang kantong jenazah tiruan dalam sebuah protes terhadap Israel untuk memperingati 77 tahun "Nakba" atau malapetaka, di Berlin, Jerman, pada 15 Mei 2025. Source FOTO: Reuters

Peringatan Nakba kali ini dibayangi oleh operasi militer Israel yang berlarut-larut sejak Oktober 2023. Serangan balasan atas serangan Hamas pada 7 Oktober telah menghancurkan sebagian besar Gaza dan memaksa lebih dari dua juta penduduknya berpindah berkali-kali.

Baca Juga: Hamas Tolak Lanjutkan Perundingan, Israel Siap Kuasai Seluruh Gaza

Tak hanya Gaza, Tepi Barat pun tak luput. Di Jenin dan Tulkarm, operasi militer dan kekerasan pemukim Israel membuat puluhan ribu warga terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Mustafa Abu Awwad (88) dari kamp pengungsi Nur Shams, hanya sempat membawa dua stel pakaian. “Saya berpindah dari satu tempat ke tempat lain setiap minggu,” kisahnya.

 

Halaman:

Tags

Terkini