internasional

Eropa Bersiap Cekik Ekonomi Rusia: Prancis Desak Sanksi Penghabisan

Rabu, 14 Mei 2025 | 17:36 WIB
Pemandangan menunjukkan kapal berbendera Panama "Eventin" di lepas pantai Sassnitz, Jerman. Source FOTO: REUTERS

BRUSSELS/PARIS,METROSELEBES.COM–Uni Eropa (UE) tengah menyiapkan paket sanksi ke-17 terhadap Rusia dalam upaya terbaru untuk menghentikan agresi Moskow terhadap Ukraina, Rabu 14/05/2025.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, menyatakan bahwa sanksi-sanksi sebelumnya belum cukup kuat untuk menghentikan Presiden Vladimir Putin, dan kini saatnya "mencekik" ekonomi Rusia secara total.

Baca Juga: Aviva Terancam Gagal Kuasai Direct Line, Otoritas Persaingan Usut Potensi Monopoli

“Kita mengadopsi paket sanksi ke-17 hari ini, namun kita harus melangkah lebih jauh,” ujar Barrot kepada saluran berita BFM TV. “Sanksi-sanksi sebelumnya belum berhasil menghentikan perang agresi yang dilancarkan Putin. Maka, kita perlu menyiapkan sanksi-sanksi yang lebih menghancurkan agar ekonomi Rusia benar-benar lumpuh.”

 

Dalam paket sanksi terbaru ini, sekitar 200 kapal tanker 'bayangan'—yang digunakan Rusia untuk menghindari larangan ekspor minyak—akan dijatuhi sanksi. UE juga menetapkan pembatasan baru terhadap 30 perusahaan yang terlibat dalam perdagangan barang-barang dua guna (dual-use), serta 75 individu dan entitas yang berkaitan dengan industri militer Rusia.

Baca Juga: Kementan Dorong Kaltim Jadi Lumbung Pangan Nasional dalam 2 Tahun

Langkah tambahan termasuk perluasan dasar hukum untuk menghukum pelaku ancaman hibrida, seperti sabotase kabel bawah laut. 20 individu dan entitas tambahan juga dimasukkan ke dalam daftar hitam baru ini.

 

Uni Eropa juga menjatuhkan sanksi atas nama hak asasi manusia terhadap hakim dan jaksa yang terlibat dalam kasus aktivis politik Vladimir Kara-Murza dan Alexei Navalny, tokoh oposisi yang meninggal di penjara Arktik pada Februari 2024.

Baca Juga: PS5 Melambat, Sony Tetap Tancap Gas Lewat Game Eksklusif

Barrot dijadwalkan bertemu dengan Senator AS Lindsey Graham di Turki pada pertemuan menteri luar negeri NATO hari Kamis. Graham tengah menyiapkan rancangan undang-undang sanksi yang mencakup tarif 500% terhadap negara-negara yang masih mengimpor minyak dari Rusia.

 

“Rusia telah menemukan celah untuk menghindari blokade dari Eropa dan Amerika. Menutup keran sepenuhnya akan mencekik Rusia sampai ke tenggorokan,” kata Barrot.

Halaman:

Tags

Terkini