MetroSelebes - Kekuatan militer Israel telah menambah area operasi mereka, semenjak serangan Hamas 7 oktober lalu.
Kelompok perlawanan berasal dari Palestina bernama pejuang Hamas sudah sangat siap untuk menghadapi penambahan luas wilayah operasi militer Israel.
Tank besi yang digunakan militer Israel membuat serangan pada malam hari, serangan terjadi pada hari rabu dan malam jumat.
Baca Juga: Pesona Keindahan Jembatan Kaca Gunung Bromo: Destinasi Wisata Terbaru di Jawa Timur
Dilansir dari Aljazeera.com 28/oktober/2023, penduduk gaza yang terkepung sekitar 2,3 juta orang, pertempuran ini membuat banyak warga terjebak.
Israel memutus pasokan listrik air dan komunikasi di wilayah Gaza, warga gaza terisolasi dari informasi dunia.
Sulitnya juga komunikasi yang di alami para awak media yang sedang bertugas meliput perang yang terjadi di jalur gaza palestina.
Setiap malam di Gaza di gambarkan sangat mencekam dengan suara bom israel mengetarkan, membuat keadaan menjadi semakin mencekam dan menakutkan.
Otoritas kesehatan Palestina mengatakan bahwa lebih dari 7.326 warga Palestina telah terbunuh sejak 7 Oktober, ketika Israel memulai pemboman udara di Jalur Gaza. Hal ini, setelah Hamas melancarkan serangan di wilayah Israel yang menewaskan sedikitnya 1.405 orang di sana.
Bagian pemerintah palestina memberikan iformasi sudah 7.326 warga palestina yang meninggal dunia, semenjak serangan Israel ke Jalur Gaza dari 7 okteber 2023.
Israel mengira bahwa markas besar pejuang hamas ada di rumah sakit Al-Shifa, setelah beberapa waktu wilayah Gaza di padamkan listrik oleh pihak Israel.
“Sekitar pukul 19.00 waktu setempat, serangan besar-besaran terjadi melalui laut dan darat, terkonsentrasi di bagian utara Jalur Gaza, di sekitar rumah sakit al-Shifa,” kata seorang jurnalis aljazeera.