TAHUKAH KAMU Konflik Palestina – Israel Berawal Dari Surat Singkat 67 Kata Yang Mengubah Dunia

photo author
Agus Panca Saputra, Metro Selebes
- Selasa, 10 Oktober 2023 | 10:12 WIB
Warga Palestina melihat kerusakan akibat serangan udara Israel. (The Guardian)
Warga Palestina melihat kerusakan akibat serangan udara Israel. (The Guardian)

 

METROSELEBES – Mata dunia kembali fokus ke konflik PalestinaIsrael setelah serbuan roket pejuang Hamas ke kota-kota besar Israel.

Tak hanya itu, pejuang berani mati Palestina berhasil menerobos benteng pertahanan zionis dari laut dan udara.

Ternyata, ratusan ribu orang tewas dan jutaan penduduk mengungsi akibat konflik Palestina – Israel ini dimulai dari surat singkat 67 kata.

Baca Juga: PALING DITAKUTI DI DUNIA Aktivitas Pejuang Hamas Usai Perang: Tadarus, Murojaah dan Santuni Anak Yatim  

Baca Juga: KETATNYA SELEKSI MASUK BRIGADE AL QASSAM, Wajib Hafal Al Qur’an 30 Juz, Tidak Alpa Sholat Subuh di Masjid

Selama beberapa dekade, media Barat, akademisi, pakar militer, dan pemimpin dunia menggambarkan konflik Israel-Palestina sebagai konflik yang sulit diselesaikan, rumit, dan menemui jalan buntu.

Bahkan, ada pengamat yang sinis dengan Palestina mengatakan bahwa ketika Palestina merdeka sekalipun, akan tetap terjadi konflik di negara itu disebabkan perbedaan dua kekuatan besar Palestina yakni Fatah dan Hamas.

DEKLARASI BALFOUR

Perlu diketahui, sebagaimana dilansir dari Al Jazeera, konflik antara Palestina dan Israel ini dimulai dari deklarasi Balfour pada tanggal 2 November 1917.

Saat itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur Balfour menulis surat yang ditujukan kepada Lionel Walter Rothschild, seorang tokoh komunitas Yahudi Inggris.

Surat singkat ini isinya memberikan dampak seismik terhadap Palestina. Di dalam surat itu, terdapat sebuah perjanjian  yang mengikat pemerintah Inggris untuk “mendirikan rumah nasional bagi orang-orang Yahudi di Palestina” dan memfasilitasi “pencapaian tujuan ini”.

Surat tersebut dikenal dengan Deklarasi Balfour .

Inti dari surat ini adalah upaya Eropa menjanjikan gerakan Zionis sebuah negara di mana lebih dari 90 persen penduduknya adalah penduduk asli Arab Palestina.

Surat tersebut kemudian menerbitkan Mandat Inggris pada tahun 1923 dan berlangsung hingga tahun 1948.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Panca Saputra

Tags

Rekomendasi

Terkini

X