METROSELEBES – Mata dunia kembali fokus ke konflik Palestina – Israel setelah serbuan roket pejuang Hamas ke kota-kota besar Israel.
Tak hanya itu, pejuang berani mati Palestina berhasil menerobos benteng pertahanan zionis dari laut dan udara.
Ternyata, ratusan ribu orang tewas dan jutaan penduduk mengungsi akibat konflik Palestina – Israel ini dimulai dari surat singkat 67 kata.
Selama beberapa dekade, media Barat, akademisi, pakar militer, dan pemimpin dunia menggambarkan konflik Israel-Palestina sebagai konflik yang sulit diselesaikan, rumit, dan menemui jalan buntu.
Bahkan, ada pengamat yang sinis dengan Palestina mengatakan bahwa ketika Palestina merdeka sekalipun, akan tetap terjadi konflik di negara itu disebabkan perbedaan dua kekuatan besar Palestina yakni Fatah dan Hamas.
DEKLARASI BALFOUR
Perlu diketahui, sebagaimana dilansir dari Al Jazeera, konflik antara Palestina dan Israel ini dimulai dari deklarasi Balfour pada tanggal 2 November 1917.
Saat itu, Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur Balfour menulis surat yang ditujukan kepada Lionel Walter Rothschild, seorang tokoh komunitas Yahudi Inggris.
Surat singkat ini isinya memberikan dampak seismik terhadap Palestina. Di dalam surat itu, terdapat sebuah perjanjian yang mengikat pemerintah Inggris untuk “mendirikan rumah nasional bagi orang-orang Yahudi di Palestina” dan memfasilitasi “pencapaian tujuan ini”.
Surat tersebut dikenal dengan Deklarasi Balfour .
Inti dari surat ini adalah upaya Eropa menjanjikan gerakan Zionis sebuah negara di mana lebih dari 90 persen penduduknya adalah penduduk asli Arab Palestina.
Surat tersebut kemudian menerbitkan Mandat Inggris pada tahun 1923 dan berlangsung hingga tahun 1948.