Dari pengembangan penyidikan diketahui, pelaku berinisial MH menikam FS dengan badik serta menebas korban AB dan SU.
Tersangka HM juga ikut melayangkan sabetan senjata tajam kepada seluruh korban. Bahkan, HM bertugas menyediakan senjata tajam untuk pembantaian ini.
Dua pelaku utama lainnya yakni remaja berinisial I dan S bertugas untuk memantau aksi pembantaian tersebut.
Kedua remaja ini berjaga-jaga di luar rumah korban untuk mengawasi jangan sampai ada saksi mata yang melihat pembantaian tersebut.
Saat menjaga luar rumah, kedua remaja tersebut mempersenjatai dirinya dengan busur panah.
Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni membenarkan rentetan kronologi kejadian ini.
Menurut Kapolda, pelaku utama yang lebih dulu ditangkap adalah HL.
Dia ditangkap tak lama setelah polisi memperoleh laporan. Empat hari kemudian, lima tersangka lain berhasil ditangkap. ***