Inti berita:
• Hotman Paris membantah tuduhan bahwa 30 outlet Holywings dibangun menggunakan aliran dana TPPU, menyebut isu tersebut sebagai fitnah tanpa dasar hukum, serta menantang otoritas pajak memeriksa seluruh dokumen keuangan perusahaannya.
MetroSelebes.com, JAKARTA– Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea akhirnya buka suara terkait rumor yang beredar luas di media sosial. Isu tersebut menarasikan bahwa puluhan outlet bisnis hiburan Holywings di Indonesia dibangun menggunakan aliran dana hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Tidak hanya itu, nama Hotman Paris juga ikut terseret lantaran dituding memiliki keterkaitan dengan dugaan pusaran kasus yang sempat dikaitkan dengan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.
Baca juga: Isu Regenerasi Kapolri Menguat, Deretan Jenderal Bintang Tiga Masuk Bursa Pengganti Listyo Sigit
Menanggapi tuduhan tersebut, Hotman Paris dengan tegas membantah seluruh narasi yang beredar. Ia menyebut isu itu sebagai fitnah yang sama sekali tidak memiliki dasar fakta hukum.
"Itu adalah fitnah keji," ujar Hotman Paris dalam pernyataan resminya.
Hotman menjelaskan, rumor tersebut mulai bergulir setelah dirinya ditunjuk sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah. Ia bahkan menegaskan siap bersumpah bahwa dirinya baru pertama kali bertemu dan mengenal mantan Jampidsus tersebut saat proses penandatanganan surat kuasa, sehingga menurutnya tidak mungkin ada hubungan aliran dana di masa lalu.
Tantang Verifikasi Pajak
Selain isu TPPU, video yang viral di platform media sosial seperti TikTok dan Facebook juga mengklaim adanya tunggakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada puluhan outlet Holywings.
Menepis tudingan itu, Hotman Paris menantang otoritas pajak untuk memeriksa secara langsung seluruh laporan keuangan dan dokumen resmi operasional bisnisnya. Menurutnya, langkah tersebut dapat membuktikan transparansi pengelolaan usaha yang dijalankannya.
Baca juga: Emak-emak Hadang Akses Jalan, Penolakan TPA Salurano di Mamasa Memanas
Artikel Terkait
Belopa Masih Jadi Episentrum, Ribuan Anak di Luwu Belum Tuntas Mengakses Pendidikan
Tinggal Tiga Pohon Cengkeh, Tangis Warga Kolut Pecah Saat Menunjukkan Lahan yang Diduga Tergusur Tambang
Semarak Dies Natalis ke-65 UNM, Rahman Pina Dorong Kolaborasi Kampus dan Daerah Bangun SDM Unggul
Menanti Sikap Komnas HAM, Bayang-Bayang Pengosongan Lahan Kembali Hantui Warga Laoli Luwu Timur
Isu Regenerasi Kapolri Menguat, Deretan Jenderal Bintang Tiga Masuk Bursa Pengganti Listyo Sigit