Inti berita:
• Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 20 Unhas mendampingi warga Weri–Saharey.
• Optimalkan panel surya dan menyiapkan sistem air bersih dengan melibatkan kader lokal.
METROSELEBES.com, FAKFAK – Warga kawasan transmigrasi Weri–Saharey, Distrik Fakfak Timur, Papua Barat, masih menghadapi keterbatasan listrik dan air bersih. Pasokan listrik hanya tersedia pukul 18.00 hingga 06.00 WIT, sedangkan panel surya komunal yang berpotensi menjadi sumber energi tambahan belum berfungsi akibat kerusakan inverter.
Persoalan air bersih juga belum teratasi meski sumber mata air berada kurang dari 100 meter dari permukiman. Air belum tersalurkan melalui jaringan yang memadai, sementara kemarau panjang semakin meningkatkan kebutuhan warga.
Baca juga: Saham Bayan Beralih ke Haji Isam, Muhammad Lutfi Soroti Kedaulatan Tambang dan Harga Divestasi
Kondisi tersebut mendorong Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 20 Universitas Hasanuddin (Unhas) mengidentifikasi fasilitas yang dapat dimanfaatkan kembali. Dalam pendampingan pada 28 September hingga 2 Oktober 2026, tim menemukan panel surya yang kurang terawat serta bak beton, pompa listrik, dan pipa PVC yang berpotensi mendukung penyediaan air bersih.
Deni Narotama menyebut penerangan dan air bersih sebagai dua kebutuhan utama masyarakat. “Yang pertama itu kendala terkait dengan air bersih, terus kedua terkait dengan lampu,” ujarnya. Gane juga berharap pemerintah pusat melalui kementerian terkait memberi perhatian terhadap persoalan air bersih dan kebutuhan listrik di kawasan tersebut.
Baca juga: Hari Santri 2026, Prabowo Perkuat Dukungan Pesantren dan Masa Depan Alumni
TEP 20 Unhas merancang pemanfaatan panel surya untuk mendukung pompa air yang akan menyalurkan air dari mata air setempat menuju dua toren berkapasitas masing-masing 1.200 liter. Sebelum didistribusikan ke rumah percontohan, air direncanakan melewati tiga tahap penyaringan, yakni sedimen, karbon aktif, dan bio ceramic.
Selain menyiapkan sistem energi dan air, tim merancang pelatihan bagi 20 kader lokal. Sebanyak 10 kader dipersiapkan menangani perawatan energi, sedangkan 10 lainnya diarahkan mengelola fasilitas air bersih. Pelibatan warga diharapkan membantu menjaga keberlanjutan fasilitas setelah pendampingan berakhir.
Baca juga: Pembuktian Marquez atau Martin di Phillip Island? Ini Jadwal Lengkap MotoGP Australia 2026
Pemulihan fasilitas tersebut masih membutuhkan tindak lanjut teknis dan pemeliharaan berkala. Pemerintah kampung dan distrik mengapresiasi pendampingan Unhas serta Kementerian Transmigrasi dan berharap kebutuhan listrik serta air bersih warga dapat ditangani secara berkelanjutan. (*)
Artikel Terkait
FKM Unhas Jajaki Kolaborasi Riset AI Kesehatan Lingkungan di Taiwan
Kapolda Sulsel Ungkap Tawuran di Makassar, Petakan Tiga Lokasi Paling Rawan
Pembuktian Marquez atau Martin di Phillip Island? Ini Jadwal Lengkap MotoGP Australia 2026
Hari Santri 2026, Prabowo Perkuat Dukungan Pesantren dan Masa Depan Alumni
Saham Bayan Beralih ke Haji Isam, Muhammad Lutfi Soroti Kedaulatan Tambang dan Harga Divestasi