METROSELEBES- kemarau yang berkepanjangan adalah musuh bagi petani karena akan berdampai pada berkurangnya suplay air yang dapat diberikan pada tanaman. Apalagi tanaman padi yang membutuhkan jumlah air yang cukup.
Bila tidak dialiri dengan air sesuai dengan kebutuhannya, pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi akan terganggu bahkan akan mati dan merugikan petani.
Kali ini di wilayah Priangan Timur termasuk Kabupaten Garut Jawa Barat, di informasikan sekitar 36 hektar lahan petani mengalami gagal panen akibat kemarau panjang yang terjadi.
Dilansir dari Media Indonesia, Kepala Dinas Kabupaten Garut Pak Beni Yoga mengungkapkan kekeringan panjang yang terjadi di wilayah garut dan sekitarnya bukan hanya berdampak pada gagal panennya 36 hektar tanaman padi petani di 42 kecamatan yang mengakibatkan kerugian sebesar 11,6 Milyar rupiah.
Angka yang cukup besar bila diingat dengan usaha petani yang sudah susah payah merawat tanaman mereka.
Selain menderita gagal panen, dari 42 kecamatan diketahui terdapat 242 ha lahan pertanian di wilayah garut dan sekitarnya terancam kekeringan ringan, 192 hektar lahan pertanian terancam kekeringan sedang dan 96 hektar yang terancam kekeringan berat.
Pak beni menambahkan bahwa, selain mendera 42 kecamatan yang ada, kekeringan juga berpotensi besar untuk dialami oleh sektor pertanian yang berada di wilayah utara dan selatan yakni Kecamatan Malangbong, Limbangan, Salawi dan sekitarnya.
Untuk mencegah kekeringan semakin menyebar dan merugikan petani sekarang telah diupayakan untuk melakukan pompanisasi memanfaatkan lokasi yang dekat dengan sumber air. Terutama wilayah yang melangalami potensi kekeringan berat perlu segera diupayakan pompanisasi agar tidak terjadi “puso”
Namun tidak semua wilayah bisa dialiri oleh air yang dipompa karena beberapa wilayah seperti kecamatan Malangbong , Limbangan dan sekitarnya yang sudah terkategori zonasi merah sehingga sudah tidak ada sumber air yang bisa di eksplorasi.
Untuk lokasi yang telah masuk zona merah kekeringan perlu adanya pegeboran sumur dangkal dimana terlebih dahulu dilakukan uji geolistik karena tidak semua daerah di zona merah tersebut ada potensi sumber air untuk di bor.
Kita doakan bersama agar kekeringan di garut dan seluruh wilayah Indonesia segera berakhir dan petani memperoleh hasil panen yang melimpah, Aamiin ***