MetroSelebes - Makanan pedas selalu berhasil mencuri perhatian lidah kita, dan jika ada sesuatu yang dapat menggambarkan sensasi pedas secara sempurna, itu pasti berasal dari cabai.
Di Indonesia, cabai telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidangan sehari-hari, hampir sejajar dengan pentingnya nasi dalam setiap hidangan.
Akan tetapi, kenapa cabai begitu mendominasi dan bahkan sering kali dikeluhkan karena harganya yang melonjak tinggi? mahal banget per kilo gram.
Rasa pedas pada cabai berasal dari zat bernama kapsaisin, yang memberikan sensasi pedas yang membuat ketagihan.
Seperti halnya sifat manis pada gula atau nikotin pada rokok, rasa pedas cabai juga dapat menciptakan kecanduan, apa sebenarnya yang membuat cabai begitu pedas?
Ketika cabai semakin merah, itulah tanda bahwa kandungan kapsaisin dalam cabai semakin tinggi.
Namun, jika Anda ingin mengurangi tingkat pedas, Anda dapat membuang bagian dalam cabai beserta bijinya, karena itulah tempat kapsaisin tertinggi berkumpul.
Tetapi pertanyaan yang muncul kemudian adalah, apakah makanan pedas, seperti cabai, baik atau buruk untuk kesehatan kita? Seperti sebuah koin yang memiliki dua sisi, makanan pedas juga memiliki dampak positif dan negatif.
Dari sisi positif, cabai mengandung berbagai vitamin seperti vitamin C, likopen, dan kapsaisin.
Vitamin C dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sedangkan likopen dan kapsaisin berperan sebagai antioksidan yang baik.