politik

Isu Gibran Bakal Dimakzulkan dan Diganti Puan Berembus, PDIP Sebut Ada Penggiringan Opini

Selasa, 6 Oktober 2026 | 10:23 WIB
Kolase Puan Maharani dan Gibran Rakabuming Raka. Isu Puan disebut bakal menggantikan Gibran sebagai Wakil Presiden beredar di media sosial, namun PDIP membantah narasi tersebut. (Dok.Instagram@puanmaharani/gibranrakabumingraka)

Inti berita:

• PDIP membantah keterlibatan Puan Maharani dalam isu pemakzulan Gibran dan menilai narasi tersebut merupakan upaya penggiringan opini di tengah sengketa ijazah di MK.

 

METROSELEBES.com, JAKARTA – Isu pergantian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali mencuri perhatian ketika narasi pemakzulan dan penggantian dengan Ketua DPR RI Puan Maharani beredar luas di media sosial.

Narasi tersebut muncul bersamaan dengan bergulirnya perkara terkait ijazah Gibran di Mahkamah Konstitusi (MK). Di tengah sorotan itu, PDIP buru-buru menegaskan bahwa partai maupun Puan tidak berada di balik isu pemakzulan tersebut.

Baca juga: Sidang Memanas, Pernyataan Ahli soal Legalitas Perkara Gibran Dipersoalkan Hakim MK 

Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus bahkan menduga munculnya narasi tersebut bukan sekadar percakapan spontan di media sosial. Ia menilai ada upaya terorganisir yang diarahkan untuk memojokkan Puan Maharani sekaligus PDIP.

“Menurut saya itu upaya terorganisir untuk memojokkan Mbak Puan dan PDI Perjuangan,” kata Deddy dikutip dari Suara.com, Senin (5/10/2026).

Deddy juga meminta proses hukum yang sedang berjalan di MK tidak ditarik ke dalam pertarungan opini politik. Menurut dia, sengketa mengenai ijazah Gibran merupakan perkara hukum antara pihak-pihak yang terlibat dalam gugatan.

Baca juga: Kisah Jokowi-Gibran, dan Pilihan Prabowo, Begini Kalkulasi Politik di Balik Pilpres 2024

“Masalah ijazah Wapres itu murni urusan para penggugat, tidak ada kaitan dan kepentingan dengan Mbak Puan apalagi PDI Perjuangan,” ujarnya.

Dari sisi lain, narasi soal pemakzulan Gibran memang beredar melalui sejumlah unggahan media sosial. Salah satunya berasal dari akun @dewanperwakilannetizen.id yang menyebut Gibran akan segera dimakzulkan dan Puan Maharani disebut-sebut sebagai sosok penggantinya.

Deddy menilai narasi semacam itu justru berpotensi mengaburkan substansi perkara yang sedang diuji secara hukum. Ia menduga isu tersebut sengaja dimainkan untuk membangun persepsi tertentu sekaligus mengalihkan perhatian publik dari pokok sengketa.

Baca juga: Rocky Gerung Soroti Verifikasi Ijazah Gibran, Begini Penjelasan KPU 

Halaman:

Tags

Terkini