JAKARTA, METROSELEBES.COM — Pemerintah terus mengakselerasi transformasi digital untuk mewujudkan layanan publik yang berkualitas, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna (user-centric).
Komitmen ini ditegaskan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini dalam pertemuan strategis bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid di Kantor DEN, Senin (5/5/2025).
Baca Juga: Reformasi Birokrasi di Daerah Harus Lincah, Adaptif dan Kolaboratif Lintas Sektor
“Kementerian PANRB menyambut baik dan berkomitmen memperkuat dukungan strategis DEN dalam mempercepat transformasi digital pemerintah. Transformasi ini bukan sekadar alat, tetapi motor penggerak perubahan besar dalam melayani masyarakat dan membangun bangsa,” tegas Menteri Rini.
Dalam visi transformasi digital pemerintah, ke depan masyarakat cukup sekali login dan mengisi data untuk mengakses berbagai layanan secara terintegrasi melalui satu portal.
Baca Juga: Dewan Pers Dan LPSK Sepakat Perkuat Perlindungan Pers Lewat Nota Kesepahaman
Konsep omni-channel yang menggabungkan akses digital dan fisik ini diharapkan mampu menciptakan kemudahan, inklusivitas, dan pemenuhan kebutuhan pengguna yang lebih baik, dengan jaminan perlindungan data pribadi.
Transformasi digital pemerintah juga diarahkan untuk menjalankan lima peran strategis atau use case utama, yang menjadi target Presiden.
Pertama, mendukung penurunan kemiskinan melalui penguatan tata kelola data pemerintah yang terpadu. Kedua, menciptakan iklim usaha yang kondusif berbasis teknologi.
Baca Juga: Resmi Diumumkan, Guru Honorer Kini Terima Insentif Langsung dari Pemerintah
Ketiga, membangun administrasi pemerintahan berbasis teknologi seperti sistem pengadaan, layanan aparatur negara, sistem kearsipan, dan sistem akuntabilitas kinerja. Keempat, modernisasi teknologi sistem penerimaan negara.
Dan kelima, transformasi layanan publik berbasis kebutuhan masyarakat di setiap tahap kehidupan atau layanan siklus hidup.
“Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang bagaimana kita menghadirkan negara secara efektif dalam kehidupan rakyat,” ujar Rini.