Hingga Senin (20/7/2026), identitas tiga korban yang jasadnya dilepas ke laut masih didalami sambil menunggu kondisi psikologis Asmal dan Nurmiati membaik. Tragedi KM Nurul Salsa pun tak lagi sekadar menjadi catatan tentang kapal yang tenggelam, melainkan potret paling getir tentang harga yang harus dibayar manusia untuk mempertahankan hidup ketika harapan tinggal selebar styrofoam yang terapung di tengah samudra. (*)
(Key/Ade)