Kemhan: Latsar SPPI Bukan Pendidikan Militer, Fokus Bentuk Karakter Calon Manajer Koperasi Merah Putih

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Minggu, 28 Juni 2026 | 16:01 WIB
Latsar militer SPPI untuk program KDKMP-KNMP. (Instagram/kolatkoarmada1)
Latsar militer SPPI untuk program KDKMP-KNMP. (Instagram/kolatkoarmada1)

Inti berita:

Kemhan menegaskan latihan dasar bagi peserta SPPI merupakan pembentukan karakter dan kepemimpinan bagi calon manajer Koperasi Merah Putih.

• Latsar dimaksudkan bukan pendidikan militer untuk mencetak prajurit, di tengah sorotan publik serta konfirmasi meninggalnya lima peserta akibat kondisi kesehatan berbeda.

 

METROSELEBES.com, JAKARTA - Sorotan terhadap latihan dasar yang dijalani calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) terus bergulir. Pelatihan yang melibatkan unsur bela negara itu memunculkan pertanyaan publik karena dinilai menyerupai pendidikan militer bagi prajurit.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan bahwa pelatihan bagi peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) tidak dirancang untuk mencetak prajurit. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan, mengatakan seluruh peserta tetap berstatus sebagai tenaga sipil yang dipersiapkan menjadi pengelola koperasi.

Baca juga: Ustadz Sanaruddin Ingatkan Pentingnya Menjaga Keutuhan Rumah Tangga di Tengah Maraknya Perceraian 

"Perlu kami tegaskan bahwa kegiatan ini bukan bertujuan membentuk peserta menjadi prajurit atau anggota militer. Para peserta tetap berada pada profesi dan penugasan sipilnya sebagai calon manajer pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih," ujar Ketut dalam konferensi pers di Kantor Kemhan, Jumat (26/6/2026).

Menurut Ketut, materi latihan lebih diarahkan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, integritas, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, profesionalisme, hingga kesiapan menghadapi tekanan. Kemhan menilai kemampuan tersebut dibutuhkan agar para calon manajer mampu menjalankan koperasi secara efektif sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat yang menjadi bagian dari ketahanan nasional.

Kemhan juga menepis anggapan bahwa pelatihan SPPI identik dengan pendidikan militer. Ketut menegaskan kurikulum disusun khusus dengan mempertimbangkan latar belakang peserta sebagai masyarakat sipil sehingga penekanannya bukan pada kemampuan fisik, melainkan pembinaan mental, karakter, daya juang, dan kemampuan memecahkan persoalan di lapangan.

Baca juga: Apparalang Ditutup, PILHI Minta Pemkab Bulukumba Putus Pengelolaan Ilegal dan Benahi Keselamatan 

Di sisi lain, penyelenggaraan program ini turut menjadi perhatian setelah Kemhan mengonfirmasi lima peserta SPPI meninggal dunia selama mengikuti rangkaian kegiatan. Kelima peserta disebut telah memperoleh penanganan medis intensif, sementara penyebab kematian berbeda-beda, mulai dari henti jantung hingga tuberkulosis sesuai hasil penanganan medis yang disampaikan Kemhan.

Dengan penjelasan tersebut, Kemhan berharap masyarakat memperoleh gambaran utuh mengenai tujuan pelatihan SPPI. Meski demikian, perhatian publik terhadap aspek keselamatan peserta diperkirakan tetap akan menjadi bagian penting dalam evaluasi pelaksanaan program ke depan.(*)

(Sam/Man)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

X