pendidikan

Dari Bogor Menuju Fakfak, Tim Ekspedisi Patriot Unhas Siapkan Riset Kolaboratif untuk Resolusi Konflik Agraria di Weri-Saharey

Senin, 27 Juli 2026 | 09:45 WIB
Tim 18 Weri-Saharey Ekspedisi Patriot Unhas mengikuti pembekalan nasional di Bogor sebelum menjalankan riset resolusi konflik agraria FakFak. (Dok.Tim Ekspedisi Patriot Unhas)

Inti berita:

• Tim 18 Weri-Saharey Universitas Hasanuddin mengikuti Pembekalan Nasional Ekspedisi Patriot 2026 di Bogor.

• Persiapan melaksanakan riset kolaboratif mengenai resolusi konflik agraria dan pengakuan hak ulayat di kawasan transmigrasi Weri-Saharey, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

 

MetroSelebes.com, BOGOR – Langkah panjang menuju kawasan transmigrasi Weri-Saharey, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, diawali dari ruang pembekalan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di lokasi inilah Tim 18 Weri-Saharey Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin (Unhas) Tahun 2026 mematangkan strategi sebelum terjun langsung mendampingi masyarakat dalam upaya penyelesaian persoalan agraria yang telah lama menjadi perhatian berbagai pihak.

Tim 18 Weri-Saharey mengikuti Pembekalan Nasional Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia di Hotel Green Forest, Bogor. Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi mitra sebagai bagian dari persiapan menuju lokasi penugasan di kawasan transmigrasi prioritas. Materi yang diberikan meliputi pembangunan kawasan transmigrasi, metode riset lapangan, pemberdayaan masyarakat, kepemimpinan, kolaborasi lintas sektor hingga penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis data.

Baca juga: Basarnas Siap Cari Ulang Korban KM Nurul Salsa Jika Ada Informasi Valid 

Fokus utama Tim 18 Weri-Saharey adalah melaksanakan riset bertajuk Pendampingan Pembentukan Forum Tata Kelola Kolaboratif untuk Resolusi Konflik Agraria dan Pengakuan Hak Ulayat di Kawasan Transmigrasi Weri-Saharey, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat. Melalui penelitian tersebut, tim akan mengkaji sekaligus mendorong terbentuknya ruang dialog yang melibatkan masyarakat adat, warga transmigran, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mencari solusi penyelesaian konflik secara partisipatif.

Ketua Tim 18 Weri-Saharey yang juga Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Hasanuddin, Dr. Andi Lukman Irwan, S.I.P., M.I.P., menegaskan bahwa riset yang dilakukan tidak berhenti pada kajian akademik semata. Menurutnya, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rekomendasi yang aplikatif bagi pemerintah daerah maupun Kementerian Transmigrasi dalam memperkuat tata kelola kawasan yang adil, inklusif, serta mendukung pengakuan hak ulayat masyarakat adat.

Baca juga: Semarak Dies Natalis ke-65 UNM, Rahman Pina Dorong Kolaborasi Kampus dan Daerah Bangun SDM Unggul

Di sisi lain, program Ekspedisi Patriot merupakan inisiatif Kementerian Transmigrasi yang menggandeng berbagai perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi pembangunan berbasis ilmu pengetahuan di kawasan transmigrasi strategis. Dalam konteks tersebut, Universitas Hasanuddin dipercaya menjadi salah satu mitra yang mengoordinasikan penugasan di wilayah Indonesia Timur, termasuk kawasan Weri-Saharey di Kabupaten Fakfak.

Sebelum bertolak ke Bogor pada 24 Juli 2026, seluruh anggota Tim 18 Weri-Saharey lebih dahulu dilepas secara resmi oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc. Dalam pesannya, Rektor mengingatkan agar seluruh peserta menjaga nama baik kampus dan mengedepankan pengabdian kepada masyarakat.

"Saya titipkan nama baik Universitas Hasanuddin kepada kalian, jadilah patriot sejati yang membawa solusi, bukan hanya membawa teori. Turunlah ke masyarakat dengan hati, dengarkan, pahami, dan berikan kontribusi nyata," ujar Jamaluddin Jompa.

Baca juga: Tinggal Tiga Pohon Cengkeh, Tangis Warga Kolut Pecah Saat Menunjukkan Lahan yang Diduga Tergusur Tambang 

Halaman:

Tags

Terkini