Melalui pembekalan nasional tersebut, Tim 18 Weri-Saharey diharapkan mampu membangun sinergi yang seimbang antara kepentingan masyarakat adat, warga transmigran, pemerintah, dan dunia akademik. Pendekatan kolaboratif yang diusung menjadi salah satu upaya untuk menghadirkan rekomendasi penyelesaian konflik agraria yang tidak hanya berbasis penelitian, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata demi mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Fakfak. (*)
(Ade/Fir)
Artikel Terkait
Semarak Dies Natalis ke-65 UNM, Rahman Pina Dorong Kolaborasi Kampus dan Daerah Bangun SDM Unggul
Menanti Sikap Komnas HAM, Bayang-Bayang Pengosongan Lahan Kembali Hantui Warga Laoli Luwu Timur
Isu Regenerasi Kapolri Menguat, Deretan Jenderal Bintang Tiga Masuk Bursa Pengganti Listyo Sigit
Dituduh Bangun 30 Outlet Holywings Pakai Aliran Dana TPPU, Hotman Paris Angkat Bicara: "Itu Fitnah Keji!
Basarnas Siap Cari Ulang Korban KM Nurul Salsa Jika Ada Informasi Valid