Inti berita:
• Basarnas Makassar menegaskan siap kembali mengerahkan tim dan KN Kama Jaya untuk mencari korban KM Nurul Salsa apabila menerima informasi valid (A1), meski operasi pencarian resmi telah ditutup setelah berlangsung selama 10 hari.
MetroSelebes.com, MAKASSAR – Riak ombak di perairan Kepulauan Selayar kembali tenang setelah operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa resmi dihentikan. Namun di balik penutupan operasi selama 10 hari itu, harapan keluarga korban belum benar-benar padam. Basarnas Makassar memastikan kesiapsiagaan tetap dijaga apabila muncul petunjuk baru yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa penghentian operasi pencarian dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) setelah seluruh upaya penyisiran laut dan koordinasi lintas unsur SAR dilaksanakan secara maksimal. Meski demikian, Basarnas menegaskan tidak menutup pintu untuk kembali melakukan pencarian.
Baca juga: Ketika Pencarian Berakhir, Harapan Belum Padam: 14 Korban KM Nurul Salsa Masih Hilang
"Apabila ada penemuan kembali atau informasi yang kami dapatkan secara A1, kami siap dari Basarnas untuk menggerakkan KN Kama Jaya untuk melakukan evakuasi," ujar Andi Sultan dalam keterangannya di Media Centre Basarnas Kepulauan Selayar.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menyatakan akan terus mengawal perkembangan pasca-penutupan operasi. Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. H. Muhtar, M.M., mengatakan pihaknya bersama aparat terkait akan tetap menjalin komunikasi dengan para nelayan yang setiap hari melaut agar setiap informasi yang muncul dapat segera diteruskan kepada tim SAR.
Baca juga: Semarak Dies Natalis ke-65 UNM, Rahman Pina Dorong Kolaborasi Kampus dan Daerah Bangun SDM Unggul
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah antisipatif mengingat aktivitas nelayan menjangkau area perairan yang luas. Dengan jaringan komunikasi yang terus terbangun, setiap laporan yang dinilai valid dapat segera ditindaklanjuti tanpa harus menunggu operasi SAR reguler dibuka kembali.
Berdasarkan data validasi terakhir, KM Nurul Salsa mengangkut 76 penumpang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 58 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, empat orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 14 korban lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Baca juga: Dituduh Bangun 30 Outlet Holywings Pakai Aliran Dana TPPU, Hotman Paris: "Itu Fitnah yang Keji!
Basarnas menegaskan bahwa penghentian operasi bukan berarti mengakhiri perhatian terhadap para korban yang belum ditemukan. Selama ada informasi yang telah terverifikasi atau temuan baru di lapangan, personel SAR beserta armada akan kembali digerakkan untuk melakukan proses evakuasi sesuai prosedur yang berlaku. (*)
(Fir/Ade)
Artikel Terkait
Tinggal Tiga Pohon Cengkeh, Tangis Warga Kolut Pecah Saat Menunjukkan Lahan yang Diduga Tergusur Tambang
Semarak Dies Natalis ke-65 UNM, Rahman Pina Dorong Kolaborasi Kampus dan Daerah Bangun SDM Unggul
Menanti Sikap Komnas HAM, Bayang-Bayang Pengosongan Lahan Kembali Hantui Warga Laoli Luwu Timur
Isu Regenerasi Kapolri Menguat, Deretan Jenderal Bintang Tiga Masuk Bursa Pengganti Listyo Sigit
Dituduh Bangun 30 Outlet Holywings Pakai Aliran Dana TPPU, Hotman Paris Angkat Bicara: "Itu Fitnah Keji!