pemerintahan

Prabowo di Hadapan 2.600 Akademisi: Elite Harus Bersatu, Jangan Terjebak Gaduh Politik yang Hambat Kemajuan Bangsa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:37 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengajak elite bangsa mengutamakan kerja sama dan persatuan di hadapan 2.600 akademisi demi mempercepat kemajuan. (Dok.Setpres)

Inti berita:

• Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kerja sama dan persatuan di kalangan elite bangsa menjadi kunci agar Indonesia mampu mencapai kemajuan dan kesejahteraan, sekaligus mengingatkan agar perbedaan politik tidak berubah menjadi kegaduhan yang menghambat pembangunan.

 

METROSELEBES.com, JAKARTA - Ribuan akademisi Indonesia berkumpul tepat dimana Presiden Prabowo Subianto menitipkan pesan yang tak hanya ditujukan kepada kalangan kampus, tetapi juga seluruh elite nasional. Menurutnya, masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kemampuan para pemimpin dan kelompok berpengaruh untuk mengesampingkan perbedaan serta membangun kerja sama demi kepentingan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 serta Sarasehan Kebangsaan bertema Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (26/6). Acara itu dihadiri sekitar 2.600 rektor, dekan, dosen, guru besar, dan ilmuwan dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Prabowo menilai perbedaan latar belakang, suku, agama, profesi, hingga pandangan politik merupakan hal yang wajar dalam kehidupan berbangsa. Namun, ia mengingatkan bahwa kemajuan hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen mampu menemukan titik temu dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

Baca juga: Jejak Kasus Dokter Icha: Dugaan Intimidasi saat Bertugas Berujung Duka, Kematian Dokter IGD Jadi Sorotan 

"Bangsa-bangsa yang elitenya bisa kerja sama, itu bangsa yang bangkit. Bangsa yang elitenya selalu tidak bisa kerja sama, bangsa itu tidak bisa mencapai potensinya," kata Prabowo di hadapan para peserta.

Presiden menjelaskan, pandangannya tersebut berangkat dari pelajaran sejarah dunia. Ia mencontohkan berbagai konflik berkepanjangan di sejumlah wilayah, seperti Ukraina, Lebanon, dan kawasan Teluk Arab, yang menurutnya menunjukkan pentingnya soliditas elite dalam menjaga stabilitas dan pembangunan. Pernyataan itu merupakan pandangan Presiden berdasarkan pembacaan terhadap dinamika sejarah dan geopolitik.

Prabowo juga menyoroti tantangan dalam sistem demokrasi. Menurutnya, perbedaan pendapat dan ketidakpuasan terhadap hasil pemilihan merupakan hal yang lumrah. Namun, ia mengingatkan agar dinamika politik tidak berkembang menjadi kegaduhan yang justru menghambat upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Tebing Apparalang masih Ditutup, PILHI Minta Pemkab Bulukumba Putus Pengelolaan Ilegal dan Benahi Keselamatan

"Kita mengerti, kita mungkin tidak puas, tapi alternatifnya apa? Apa kita mau gaduh? Habis tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut. Kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita?" ujar Prabowo. Ia pun mengajak kalangan perguruan tinggi dan seluruh komponen bangsa untuk terus menjaga semangat persatuan serta menjadikan kerja sama sebagai fondasi membangun Indonesia yang lebih maju. (*)

(Fir/Ade)

Tags

Terkini