Inti berita:
• Kejati Sulsel menegaskan dukungannya terhadap program ketahanan pangan nasional dengan turut mengawal penyaluran bantuan bibit dan alsintan senilai lebih dari Rp1 triliun dari Kementerian Pertanian kepada petani di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.
METROSELEBES.com, MAKASSAR – Hamparan bantuan bibit dan alat mesin pertanian (alsintan) yang berjajar di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, menjadi penanda dimulainya penyaluran bantuan pertanian berskala besar dari Kementerian Pertanian RI untuk 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Di balik seremoni tersebut, hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sulsel, Prihatin, S.H., yang menegaskan komitmen mengawal program strategis nasional di sektor pangan.
Bantuan yang dilepas langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, disebut memiliki total nilai lebih dari Rp1 triliun, dengan penyaluran tahap pertama mencapai sekitar Rp323 miliar. Acara itu turut dihadiri Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, para bupati dan wali kota, serta perwakilan kelompok tani penerima manfaat.
Dalam sambutannya, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian atas dukungan yang dinilai akan memperkuat produktivitas pertanian di Sulsel. Ia juga mengingatkan para penerima agar memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal. "Bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Sulawesi Selatan. Saya mengajak seluruh penerima bantuan untuk memanfaatkan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Bibit yang dibagikan harus benar-benar ditanam, dijaga dan dirawat agar memberikan hasil maksimal," ujar Andi Sudirman.
Di sisi lain, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan menyatakan kehadirannya bukan sekadar menghadiri seremoni, melainkan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Wakajati Sulsel mewakili Kajati dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari sinergi antarinstansi untuk memastikan program pemerintah berjalan sesuai tujuan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Berdasarkan keterangan Kejati Sulsel, sektor pertanian masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah dengan kontribusi sekitar 23,01 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulsel tahun 2025. Produksi padi Sulsel juga disebut terus meningkat hingga mencapai sekitar 5,47 juta ton gabah kering giling (GKG), memperkuat posisi provinsi ini sebagai salah satu lumbung beras nasional.
Penyaluran bantuan pertanian tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan petani di berbagai daerah. Namun demikian, efektivitas program akan sangat bergantung pada ketepatan sasaran penyaluran, pemanfaatan bantuan oleh kelompok tani, serta pengawasan seluruh pemangku kepentingan agar bantuan benar-benar memberikan dampak nyata.
Dengan keterlibatan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan unsur Forkopimda, program ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi pertanian di Sulawesi Selatan. (*)
(Ade/Fir)
Artikel Terkait
Desak Made Rita Persembahkan Emas untuk Indonesia di World Climbing Series Krakow 2026
Prabowo dan PM Modi Sepakat Dorong Solusi Dua Negara untuk Palestina, Diplomasi Jadi Kunci Perdamaian Timur Tengah
Konflik Kembali Membara, Iran Serang Basis Militer AS di Bahrain dan Kuwait Setelah Gelombang Serangan Washington
Satu Kilogram Sabu Digagalkan Masuk Makassar, Operasi Senyap Aparat Bongkar Jejak Jaringan Internasional
Resmi Naik Kelas Jadi Polresta, Gowa Hadapi Tantangan Baru Jaga Keamanan Wilayah yang Terus Berkembang