Strategi Penyesuaian Harga dan Produksi
Baca Juga: Revolusi Koperasi Desa, Prabowo Luncurkan 80 Ribu KOPDES Merah Putih
Tarif AS yang tinggi datang di tengah meningkatnya pangsa pasar Hyundai di AS dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini, lebih dari 40% pendapatan Hyundai berasal dari pasar Amerika, dan sekitar dua pertiga kendaraan Hyundai dan Kia yang dijual di sana diimpor.
Untuk meredam dampak tarif, Hyundai telah mempercepat pengiriman kendaraan ke AS pada awal tahun. Namun, pasokan kini mulai menipis. Meski demikian, penjualan ritel di AS naik 10% pada kuartal kedua dibanding tahun lalu, karena Hyundai menahan harga dan menanggung sendiri kenaikan biaya.
Ke depan, Hyundai menyatakan akan menyesuaikan harga secara fleksibel berdasarkan kondisi pasar dan strategi pesaing, bukan semata-mata berdasarkan kebijakan tarif AS. Perusahaan juga tengah mempertimbangkan pengalihan sumber pasokan suku cadang serta kemungkinan memperluas produksi lokal di AS untuk jangka panjang.
Baca Juga: Hadiri Sidang di MK, Lesti Kejora Ungkap Ketidaknyamanan Usai Dilaporkan Terkait Hak Cipta
Hyundai bukan satu-satunya produsen mobil yang terdampak. GM, Stellantis, dan Tesla juga mengumumkan tekanan finansial akibat tarif AS yang berlaku tidak hanya untuk kendaraan dan suku cadang, tetapi juga untuk baja dan aluminium.
Meskipun menghadapi risiko dari tarif, Hyundai menyebut bahwa pelemahan nilai tukar won turut membantu mengurangi beban biaya.
Di sisi pendapatan, Hyundai mencatat kenaikan 7% secara tahunan menjadi 48,3 triliun won, melampaui estimasi analis sebesar 47 triliun won.
Baca Juga: Canggih Tapi Kurang Nyaman, Wuling Air ev Dapat Sorotan Soal Jok dan Posisi Duduk
Dengan ketidakpastian yang masih tinggi, semua mata kini tertuju pada arah negosiasi perdagangan Korea Selatan-AS menjelang tenggat penting awal Agustus.