Gary Black, investor lama Tesla yang kini mengelola dana di Future Fund LLC, mengungkapkan bahwa ia telah menjual seluruh saham Tesla miliknya karena kekhawatiran atas penurunan penjualan. Dalam sebuah unggahan di X, ia menyindir Musk, “Tidak yakin mengapa @elonmusk tidak melihat ini datang setelah menentang RUU besar dan indah milik Trump.”
Di sisi lain, SpaceX, perusahaan antariksa Musk, memegang kontrak pemerintah senilai sekitar $22 miliar. Tanpa kontrak ini, dan tanpa penjualan kredit regulasi kepada produsen mobil lain yang gagal memenuhi standar emisi, Tesla bahkan mencatatkan kerugian pada kuartal pertama tahun ini.
Baca Juga: 53 Juta Siswa di Indonesia Bakal Jalani Skrining Kesehatan Gratis Mulai Juli 2025
Isu Deportasi?
Ketika ditanya apakah dirinya akan mendeportasi Elon Musk, seorang warga negara AS yang dinaturalisasi, Trump menanggapi sambil tersenyum, “Saya tidak tahu. Kita lihat saja nanti.”
Baca Juga: Ahmad Dhani Tuding Maia Estianty Sebar Fitnah, Bela Mulan Jameela Lewat Kompilasi Video YouTube
Hubungan antara dua tokoh berpengaruh ini tampaknya telah memasuki fase yang lebih panas dan personal. Apa pun arah konflik ini selanjutnya, dampaknya dipastikan akan terasa hingga ke pasar keuangan, kebijakan industri otomotif, hingga panggung politik nasional menjelang Pemilu Kongres 2026.