METROSELEBES.COM-Di tengah era digital yang serba cepat dan penuh sorotan, banyak pesepakbola memanfaatkan media sosial sebagai panggung kedua setelah lapangan hijau. Namun, Calvin Verdonk memilih jalan yang berbeda. Pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang kini memperkuat NEC Nijmegen ini justru dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan nyaris tak terjamah sorotan dunia maya. Sifat inilah yang membuatnya dijuluki "si misterius" oleh rekan-rekannya, termasuk Thom Haye dan Neal Maupay.
Baca Juga: Son Heung-min: Dari Keteguhan Hati Menuju Trofi Pertama Bersama Spurs
Tidak seperti banyak pesepakbola masa kini yang aktif membagikan setiap aspek kehidupan mereka di media sosial, Verdonk justru lebih banyak menghindarinya. Akun Instagram-nya jarang diperbarui, dan tidak banyak yang tahu soal kehidupan pribadinya. Ia lebih memilih membiarkan kakinya berbicara di atas lapangan dibandingkan membentuk citra di dunia maya.
“Calvin adalah tipe pemain yang datang, bekerja keras, lalu pulang. Tidak banyak bicara, tidak banyak unggahan—itulah dia,” ujar salah satu staf NEC Nijmegen.
Baca Juga: Akhir Penantian Panjang & Kebangkitan: Saat Klub dan Bintang Seperti Harry Kane Raih Trofi Perdana
Konsistensi adalah salah satu kualitas yang melekat pada Verdonk. Baik saat membela klub di Eredivisie maupun saat mengenakan seragam merah-putih, Verdonk selalu menunjukkan komitmen tinggi. Ia dikenal sebagai pemain yang bisa diandalkan di lini belakang, baik sebagai bek kiri maupun bek tengah.
“Dia tipe pemain yang tak kenal lelah, selalu fokus dan tidak pernah membuat sensasi. Itu sesuatu yang jarang ditemukan hari ini,” ungkap pelatih NEC Nijmegen.
Sebelum membela Timnas Indonesia, Verdonk telah melanglang buana di Liga Belanda, Liga Portugal, dan terlibat dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia bersama tim junior Belanda. Pengalaman tersebut membentuknya menjadi pemain matang, dengan wawasan taktik dan ketenangan dalam situasi krusial.