MetroSelebes - Sejak beberapa pertandingan terakhir, Persipal Palu selalu disebut menggunakan taktik parkir bus atau formasi bertahan tak terkecuali saat menghadapi Persewar.
Namun isu tentang taktik tersebut dibantah oleh pelatih sementara Persipal yakni Coach Andika, ia menyebutkan tidak pernah memberikan instruksi seperti itu.
"Saya tidak pernah menginstruksikan bertahan kepada anak-anak, namun dengan skema yang kita buat membuat pemain kelelahan," katanya saat konferensi pers usai melawan Persewar pada (29/11).
Beberapa permainan Persipal Palu tampak seperti bertahan dan serangan beberapa kali jarang terjadi.
Salah satunya rotasi pemain yang dilakukan Persipal membuat cukup kelelahan bagi para pemain, tapi ini merupakan kondisi saling menutupi kelamahan.
"Itulah sepakbola kalau ada pemain yang kelelahan kami akan lakukan rotasi dan mengatur kembali strategi yang baik," katanya.
Menurut Andika ada beberapa faktor yang membuat Persipal sering melakukan pertahanan diantaranya fisik yang terkendala dengan jumlah pemain, jarak jam permainan Liga 2 yang berdekatan, dan faktor cuaca di Kota Palu.
"Permainan Liga 2 di Indonesia ini kan sangat gila menurut saya, jarak tiga hari bertanding lagi beda dengan di Eropa mereka disana ada jarak hingga seminggu baru melakukan pertandingan berikutnya," katanya.
Untuk cuaca di Palu juga menjadi salah satu faktor yang membuat beberapa pemain kelelahan sehingga sering bertahan.
"Cuaca di Palu ini sangat panas, tidak bisa dipungkiri bahkan anak-anak asli Palu sendiri juga kewalahan dengan cuaca disini," tambahnya.***