"Kami berdiri dalam solidaritas penuh dengan rakyat Turki dan Suriah setelah gempa mematikan yang melanda pagi ini," tulis Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Twitter, Senin.
Kanselir Jerman Olaf Scholz mengungkapkan belasungka mendalam atas berita gempa Turki dan Suriah tersebut.
"Kami berduka dengan para korban dan ketakutan bagi mereka yang terkubur. Jerman tentu saja akan mengirimkan bantuan," tegas Scholz.
Baca Juga: Aming Curhat Lagi, Kerap Dianggap tidak Normal Tapi Bisa Hamili Seorang Wanita
Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menambahkan bantuan dari negaranya segera dikerahkan ke Turki dan Suriah.
"Pikiran saya tertuju pada kerabat para korban gempa yang mengerikan ini," ujarnya.
"Bersama dengan mitra kami, kami akan segera mengirim bantuan (ke Turki dan Suriah)," lanjut Baerbock.
Sementara Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg menyatakan solidaritas penuh dengan Turki.
Ia mengaku sudah kominikasi dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Stoltenberg mengatakan bahwa sekutu sedang memobilisasi bantuan.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan negaranya juga siap untuk memberikan bantuan darurat ke Turki dan Suriah.
"Pikiran kami ada bersama keluarga yang berduka," kata Macron.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengirimkan pesan dukungan dan juga menawarkan bantuan.
"Saya terkejut mengetahui kematian dan cedera ratusan orang akibat gempa bumi di Turki," tulis Zelenskyy dalam tweet.
“Saat ini, kami mendukung orang-orang Turki yang ramah dan siap memberikan bantuan yang diperlukan,” kata Zelenskyy.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 7,8, Lebih dari 1.000 Warga Turki dan Suriah Tewas
10 Provinsi Terdampak Gempa Bumi di Turki, Tewaskan 284 Orang
Ini Data Terbaru Korban Gempa Turki dan Suriah, Hujan Salju Hambat Evakuasi Korban Tertimpa Bangunan