“Pemerintah sudah memberi ruang dengan HAP, supaya sama-sama membangun kekuatan petani. Tatkala Danantara sudah turun tapi masih ada yang jual di bawah, laporkan ke kami. Siapa yang beli dan siapa yang jual,” tegasnya.
Untuk diketahui, produksi gula Indonesia pada periode 2024/2025 diproyeksikan mencapai 2,6 juta ton. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai produsen gula terbesar kedua di ASEAN setelah Thailand yang memproduksi 10 juta ton, disusul Filipina 1,8 juta ton dan Vietnam 1,1 juta ton. ***