Langkah konkret pemerintah dalam membangun 1.000 SPPG di pesantren merupakan strategi inovatif yang diharapkan bisa menumbuhkan ekonomi berbasis lokal dan sosial.
Program ini juga sejalan dengan target pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang menekankan pendekatan berbasis komunitas dalam pembangunan manusia dan penguatan ekonomi umat.
Melalui SPPG, santri tidak hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga keterampilan praktis, akses terhadap pembiayaan UMKM, serta pendampingan untuk membangun usaha mandiri.
Baca Juga: Simbol Palu Arit Muncul di Palu, Warga Geram: “Luka Lama Terbuka Lagi”
Kementerian PMK menargetkan pembangunan 100 SPPG tahap pertama akan selesai dalam tahun 2025, dengan monitoring ketat terhadap efektivitas pelatihan dan dampaknya terhadap ekonomi lokal.
Langkah ini diharapkan menjadi tonggak awal dari kebangkitan ekonomi pesantren, serta mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang inklusif dan berdaya saing.***