BARRU, METROSELEBES.COM – Kini nelayan tak lagi perlu panik menjual hasil panennya dengan harga murah hanya karena takut ikan membusuk.
Kehadiran cold storage dari Kopdes/Kel Merah Putih menjadi solusi cerdas untuk menjaga kesegaran ikan dan memastikan nelayan dapat menjual hasil tangkapannya dengan harga lebih adil dan layak.
Dulu, begitu tiba di darat, nelayan terpaksa segera menjual ikan demi menghindari kerugian akibat pembusukan.
Tanpa tempat penyimpanan yang memadai, mereka kerap menghadapi tengkulak yang menawar semaunya. Kondisi ini membuat nelayan kehilangan kendali atas harga jual dan nilai kerja keras mereka.
Baca Juga: Relokasi Geologis Mendesak: Pemerintah Pastikan Zona Aman Pascagerakan Tanah Purwakarta
Namun sekarang, situasi berubah. Melalui cold storage, hasil tangkapan bisa disimpan dalam kondisi segar lebih lama, memberi waktu bagi nelayan untuk menjual secara lebih terencana.
Tidak perlu lagi tergesa-gesa melepas hasil tangkapan dengan harga murah. Ikan dapat disimpan di koperasi, menunggu waktu yang tepat untuk dijual ke pasar atau konsumen dengan harga wajar.
Fasilitas cold storage ini telah diterapkan di beberapa wilayah binaan Kopdes Merah Putih, termasuk Kabupaten Barru dan sekitarnya, sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi.
Baca Juga: Solusi Ekonomi Desa: Rantai Pendek, Harga Bersahabat
Data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa sekitar 30–40% hasil tangkapan nelayan kecil rusak atau terbuang akibat tidak tersedianya penyimpanan dingin. Cold storage bisa memangkas angka ini secara signifikan.
Dengan dukungan koperasi, nelayan kini:
- ✅ Tidak lagi terburu-buru menjual murah,
- ✅ Terhindar dari tekanan tengkulak,
- ✅ Memiliki kendali untuk menentukan harga jual yang lebih adil.
Program ini menunjukkan bahwa menjaga hasil tangkapan bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal memperjuangkan keadilan ekonomi bagi para nelayan. Nilai kerja keras nelayan kini benar-benar dihargai, seiring meningkatnya kualitas dan nilai jual hasil laut mereka.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih, Mesin Baru Penggerak Ekonomi Desa yang Tak Menggeser Usaha Warga
Artikel Terkait
Kopdes Merah Putih Jadi Prioritas Nasional, Menkop dan PKDI Bahas Akselerasi Ekonomi Desa
Israel Gempur Situs Nuklir Iran, Termasuk Fasilitas di Bushehr yang Didukung Rusia
Distribusi Pupuk Subsidi 2025 Dipercepat, Petani Diuntungkan Lewat Skema Baru
Israel Gempur PLTN Bushehr, Serangan Terbesar ke Fasilitas Nuklir Iran
Ekonomi Desa Berputar, Warga Sejahtera Lewat Koperasi
Transformasi Desa Lewat Koperasi: Target Ambisius Kopdes 2025
Rembug Inpres 8/2025: Menko PM Targetkan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen di 2026
Kopdes Merah Putih, Mesin Baru Penggerak Ekonomi Desa yang Tak Menggeser Usaha Warga
Solusi Ekonomi Desa: Rantai Pendek, Harga Bersahabat
Relokasi Geologis Mendesak: Pemerintah Pastikan Zona Aman Pascagerakan Tanah Purwakarta