Relokasi Geologis Mendesak: Pemerintah Pastikan Zona Aman Pascagerakan Tanah Purwakarta

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Kamis, 19 Juni 2025 | 19:16 WIB
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, meninjau langsung lokasi terdampak gerakan tanah atau likuifaksi di Kampung Cigingtung, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (19/6/2025 (Instagram kemenko_pmk)
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, meninjau langsung lokasi terdampak gerakan tanah atau likuifaksi di Kampung Cigingtung, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (19/6/2025 (Instagram kemenko_pmk)

 

PURWAKARTA, METROSELEBES.COM – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, meninjau langsung lokasi terdampak gerakan tanah atau likuifaksi di Kampung Cigingtung, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (19/6/2025).

Kunjungan ini bertujuan mempercepat penanganan darurat, khususnya memastikan relokasi geologis yang aman dan layak bagi ratusan warga yang terkena dampak bencana.

Dalam tinjauannya, Menko PMK menekankan bahwa relokasi rumah dan fasilitas umum harus dilakukan ke lokasi yang benar-benar aman berdasarkan kajian geologi.

Baca Juga: Solusi Ekonomi Desa: Rantai Pendek, Harga Bersahabat

Ia menggarisbawahi pentingnya percepatan proses relokasi agar warga dapat kembali hidup secara normal dan terlindungi dari potensi bencana susulan.

Bencana gerakan tanah di Desa Pasirmunjul telah merusak 54 rumah di Kampung Cigingtung. Sebanyak 56 jiwa kini mengungsi di kantor desa, 91 jiwa tinggal bersama kerabat, dan 102 jiwa masih bertahan di lokasi terdampak.

Kerusakan infrastruktur juga terjadi, termasuk terputusnya jalan desa dan rusaknya satu masjid.

Usai meninjau lokasi bencana, Pratikno menyempatkan diri berkunjung ke posko pengungsian di Kantor Desa Pasirmunjul.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih, Mesin Baru Penggerak Ekonomi Desa yang Tak Menggeser Usaha Warga

Pratikno berdialog dengan warga, menyapa anak-anak, dan menyerahkan bantuan secara simbolis. Pemerintah Daerah Purwakarta sendiri telah menetapkan status Tanggap Darurat Gerakan Tanah selama 14 hari, mulai 16 Juni hingga 1 Juli 2025.

Menko PMK kembali menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan lokasi relokasi memiliki keamanan geologis tinggi, baik untuk skema relokasi mandiri maupun terpusat.

Langkah ini sejalan dengan arahan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yang menyebutkan bahwa pada tahun 2023, tercatat lebih dari 2.000 kejadian tanah longsor dan gerakan tanah di Indonesia, mayoritas dipicu oleh curah hujan ekstrem serta ketidakstabilan tanah.

Baca Juga: Transformasi Desa Lewat Koperasi: Target Ambisius Kopdes 2025

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X