Solusi Ekonomi Desa: Rantai Pendek, Harga Bersahabat

photo author
Abdul Rifai, Metro Selebes
- Kamis, 19 Juni 2025 | 19:05 WIB
Koperasi Desa Merah Putih menghadirkan gebrakan baru dalam tata niaga hasil pertanian melalui pemangkasan rantai pasok yang selama ini menjadi beban bagi produsen dan konsumen. (Instagram kopdesmerahputih)
Koperasi Desa Merah Putih menghadirkan gebrakan baru dalam tata niaga hasil pertanian melalui pemangkasan rantai pasok yang selama ini menjadi beban bagi produsen dan konsumen. (Instagram kopdesmerahputih)

 

MAKASSAR, METROSELEBES.COM – Koperasi Desa Merah Putih menghadirkan gebrakan baru dalam tata niaga hasil pertanian melalui pemangkasan rantai pasok yang selama ini menjadi beban bagi produsen dan konsumen.

Dengan konsep rantai pasok lebih pendek, koperasi ini memastikan petani memperoleh harga jual yang adil, sementara konsumen mendapatkan produk dengan harga yang terjangkau.

Langkah strategis ini dilakukan dengan menghilangkan peran tengkulak atau perantara yang selama ini mengambil margin tinggi dari hasil pertanian desa.

Baca Juga: Kopdes Merah Putih, Mesin Baru Penggerak Ekonomi Desa yang Tak Menggeser Usaha Warga

Hasilnya, petani bisa menjual langsung hasil panennya kepada koperasi desa, yang kemudian mendistribusikan produk ke pasar dengan harga yang lebih bersaing.

Dalam ilustrasi yang dibagikan melalui akun resmi @kopdesmerahputih, digambarkan bahwa petani mendapatkan harga yang adil, sementara konsumen menikmati harga terjangkau.

Menurut data Kementerian Pertanian RI, sekitar 60% harga produk pertanian yang diterima konsumen di kota berasal dari biaya distribusi dan margin perantara.

Baca Juga: Rembug Inpres 8/2025: Menko PM Targetkan Kemiskinan Ekstrem Nol Persen di 2026

Dengan skema pemangkasan rantai pasok ini, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berupaya menurunkan biaya tersebut hingga 30%, memberikan dampak langsung pada daya beli masyarakat.

Ketua Koperasi Merah Putih juga menegaskan bahwa seluruh proses distribusi diawasi secara ketat oleh tim Kopdes, guna memastikan keadilan dan transparansi tetap terjaga.

Selain itu, koperasi ini juga menyediakan pelatihan manajemen usaha bagi petani, agar mereka lebih siap menghadapi pasar modern.

Baca Juga: Transformasi Desa Lewat Koperasi: Target Ambisius Kopdes 2025

Model koperasi berbasis desa seperti ini selaras dengan arahan Presiden RI dalam mendorong transformasi ekonomi kerakyatan yang lebih inklusif dan berkeadilan.

Diharapkan, inisiatif ini dapat direplikasi oleh desa-desa lain di seluruh Indonesia untuk menciptakan ekonomi mandiri yang berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abdul Rifai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X