Sementara itu, Bali sebagai salah satu daerah destinasi utama wisata menyumbang lonjakan PHK karena dampak berantai dari perlambatan ekonomi global dan melemahnya daya beli wisatawan.
Puan menilai, badai PHK ini mencerminkan kerapuhan struktur ketenagakerjaan nasional, terutama di daerah yang sangat bergantung pada satu sektor ekonomi.
Ketidaksiapan sistem ketenagakerjaan dalam menghadapi tekanan ekonomi menjadi tantangan serius yang tidak bisa lagi dianggap sebagai kasus sporadis.
“Pemerintah harus menjawab tantangan ini dengan langkah-langkah strategis, sebelum badai PHK ini berubah menjadi krisis ketenagakerjaan nasional,” pungkas Puan.***
Artikel Terkait
Bupati Tolitoli Marah Saat Rapat Paripurna; Ketua DPRD Menangis, Ini Rupanya Penyebabnya..!
Lima Pulau Pindah Provinsi: DPR Desak Dialog Ulang untuk Cegah Konflik Wilayah
Israel Gempur Iran, KBRI Teheran Imbau WNI Waspada dan Hindari Lokasi Rawan
Jokowi Akui Sudah Kantongi Dukungan Jadi Ketum PSI, Tapi Masih Belum Cukup
Seskab Teddy Ungkap Isi Telepon Prabowo dan Trump, Komitmen Pererat Hubungan Indonesia–AS
Satgas Madago Raya Sambangi Alumni Deradikalisasi Di Tamanjeka, Ajak Jadi Agen Perdamaian
Ayo Daftar..! Kemensos Buka Rekrutmen PPPK Guru Sekolah Rakyat, Siapkan 1.554 Formasi di Seluruh Indonesia
UIN Datokarama dan Kemenag Touna Sosialisasi KKN Tematik di Kampung Zakat Desa Uekambuno
Stimulus Sosial Dipertebal, Harapan Mandiri Rakyat Meningkat Tajam
Ritel Modern Jadi Katalis Ketahanan Pangan dan Ekonomi Nasional