Hal ini ditegaskan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 yang memasukkan koperasi sebagai pilar utama dalam pembangunan ekonomi inklusif.
Kementerian Koperasi dan UKM juga telah meluncurkan program revitalisasi koperasi desa yang bertujuan untuk mendorong koperasi sebagai pelaku utama ekonomi lokal melalui dukungan pendanaan, pelatihan manajemen, serta digitalisasi usaha.
Dengan hadirnya Kopdes Merah Putih, diharapkan desa-desa di Maluku akan lebih mandiri secara ekonomi, mampu menjaga stabilitas pangan dan memperluas jaringan pasar lokal hingga nasional.
Baca Juga: Kementerian BUMN Perkuat Sinergi Strategis Demi Pelayanan Publik Lebih Maksimal
Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Program ini akan menjadi proyek percontohan yang dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia, sebagai bagian dari transformasi ekonomi yang berbasis pada kekuatan lokal dan solidaritas sosial masyarakat desa.***
Artikel Terkait
Sinergi Lintas Sektor: Pelatihan UMKM NTB Dorong Branding dan Kualitas Produk Lokal
Wali Kota Palu Temui Konsulat Jenderal AS di Surabaya, Bahas Peluang Kerja Sama Internasional
Kasus Covid-19 Naik Lagi, IFG Ajak Masyarakat Waspada dan Lindungi Diri Lewat Asuransi Kesehatan
Menjelang Pernikahan Al Ghazali dan Alyssa Daguise, Maia Estianty Tulis Pesan Haru; Bunda Tak Akan Pernah Jauh
Kementerian BUMN Perkuat Sinergi Strategis Demi Pelayanan Publik Lebih Maksimal
Kementerian BUMN Perkuat Sinergi Strategis Demi Pelayanan Publik Lebih Maksimal
Dari Mimpi ke Kenyataan: Kolaborasi Inovatif Wujudkan 24 Desa Mandiri Air Bersih di Pelosok Negeri
Kebocoran Udara di ISS Tunda Misi Astronot Swasta, Penerbangan Perdana Astronot India Terhambat
Teleskop Webb Ungkap Dua Planet Bayi di Sistem Bintang Muda YSES-1, Buka Tabir Awal Pembentukan Tata Surya
Strategi Besar Prabowo: Gaji Hakim Naik 280 Persen, Supremasi Hukum Diperkuat!