Selain itu, berdasarkan laporan World Bank (2023), ketimpangan akses infrastruktur antara wilayah barat dan timur Indonesia menjadi salah satu penghambat utama pertumbuhan ekonomi inklusif di daerah.
Penerbitan Inpres IJD dipandang strategis dalam mengatasi masalah ini dengan memberikan prioritas anggaran kepada pembangunan jalan-jalan penunjang sentra produksi dan distribusi pangan serta energi terbarukan.
Langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang sejak masa kampanye menekankan pentingnya kedaulatan energi dan pangan melalui pembangunan infrastruktur yang merata.
Baca Juga: ASN Motor Penggerak Birokrasi Profesional Menuju Indonesia Emas 2045
Arahan presiden ini juga menjadi landasan utama dalam penyusunan IJD dan Inpres Infrastruktur Daerah lainnya.***
Artikel Terkait
100 Sekolah Rakyat Siap Dibuka, Pemerintah Pastikan Akses Pendidikan untuk Anak Termiskin
APDESI Apresiasi Langkah Menkop Budi Arie dalam Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih
ASN Motor Penggerak Birokrasi Profesional Menuju Indonesia Emas 2045
Krisis Politik Mengancam Netanyahu: Oposisi Dorong Pembubaran Parlemen, Partai Ultra-Ortodoks Ultimatum Mundur
Diskon Transportasi Jadi Stimulus Ekonomi, Erick Thohir Pastikan Kebijakan Pro-Rakyat Segera Berjalan
Seskab Teddy Pastikan Pertemuan Presiden Prabowo dan Menkes Budi Hanya Bahas Isu Kesehatan
Jelang Laga Kontra China, Kluivert Waspadai Gaya Bermain Taktikal Tim Lawan
Undata Berbenah, Gubernur Anwar Hafid: Jangan Mau Kalah dari Rumah Sakit Elit!
Hadiri Sertijab Bupati Parigi Moutong, Gubernur Anwar Hafid: Jangan Lagi Jalan Sendiri-Sendiri
Marselino Absen Lawan China, Kluivert Optimistis: Kami Punya Banyak Pemain Pengganti