JAKARTA, METROSELEBES.COM - Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Li Qiang, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam kunjungannya, PM Li Qiang turut didampingi sejumlah menteri kabinet RRT.
Dalam pertemuan ini, Puan Maharani menegaskan pentingnya kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok, mengingat RRT merupakan mitra utama Indonesia dalam bidang perdagangan dan investasi.
Baca Juga: Kadin China Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Siap Bangun 1.000 Dapur Bergizi
Saat ini, nilai perdagangan antara kedua negara telah mencapai lebih dari 135 miliar USD.
Puan juga menyampaikan harapannya agar kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, baik dalam bentuk kerja sama yang sudah berjalan maupun potensi kerja sama baru di masa mendatang.
"DPR RI memiliki peran strategis dalam memperkuat regulasi, mengawasi implementasi, dan memastikan agar kerja sama ini memberikan kontribusi besar bagi masyarakat," ujar Puan Maharani.
Baca Juga: Jepang Harap Bertemu Menkeu AS dalam Putaran Negosiasi Tarif Berikutnya
Kunjungan ini menandai langkah positif dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok, terutama di tengah dinamika global yang semakin kompleks.***
Artikel Terkait
H. Abdul Azis Hadir di Makassar, Tawarkan Pengobatan Tradisional Alat Vital yang Terbukti Ampuh
Ketangguhan Tanpa Sorotan: Kehidupan Pribadi Kevin Diks yang Menginspirasi
Tarif Trump dan Tantangan Produksi iPhone di AS: Mimpi yang Mahal dan Sulit Terwujud
Langkah Mudah Mendirikan Koperasi Merah Putih di Desa/Kelurahan: Ini Tahapannya!
Pererat Hubungan Strategis, Presiden Prabowo Sambut PM Tiongkok Li Qiang di Jakarta
Jepang Harap Bertemu Menkeu AS dalam Putaran Negosiasi Tarif Berikutnya
Pendaki Yang Diduga Disekap di Bukit Uwentumbu Berhasil Ditemukan Selamat, Berikut Nama - Namanya..!
Kadin China Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Siap Bangun 1.000 Dapur Bergizi
Bojan Hodak Dinobatkan Sebagai Pelatih Terbaik Liga 1 2025, Usai Antar Persib Ukir Sejarah Juara Beruntun
8 Kesalahan Umum dalam Pengelolaan Koperasi Desa yang Harus Dihindari