JAKARTA, METROSELEBES.COM – Istana Kepresidenan menegaskan sikapnya menghormati hasil penyelidikan Bareskrim Polri terkait dugaan ijazah palsu Presiden ke 7 Joko Widodo yang kini resmi dinyatakan tidak terbukti.
Pemerintah pun memilih tetap fokus menjalankan tugas melayani masyarakat.
Baca Juga: Komnas HAM Soroti Keterlibatan Sipil dalam Insiden Garut, TNI AD Janji Evaluasi Internal
Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, saat ditemui awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat 23 Mei 2025.
“Sudah disampaikan oleh Bareskrim hasilnya, ya tentu kita menghormati,” kata Prasetyo.
Prasetyo menekankan bahwa pemerintah tidak ingin terjebak dalam isu yang tidak produktif dan lebih memilih mengarahkan energi untuk pembangunan.
“Bagi kami, tentunya kita itu lebih fokus ke bekerja. Mari kita semua benar-benar fokus menjalankan tugas kita,” ujarnya.
Baca Juga: Pembentukan Koperasi Lewat Musdessus Ditarget Rampung Akhir Mei 2025
Prasetyo juga mengajak seluruh pihak untuk mengurangi perdebatan yang tidak memberi dampak nyata, dan memperkuat semangat membangun bangsa.
“Bekerja sebaik-baiknya untuk masyarakat, kurangi hal-hal yang kurang berdampak. Yang penting semangat kita adalah membangun bangsa dan negara,” tegasnya.
Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri resmi menghentikan penyelidikan dugaan ijazah palsu Jokowi. Laporan tersebut sebelumnya diajukan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA).
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Enam Program Stimulus Ekonomi untuk Dongkrak Pertumbuhan Kuartal II 2025
Hasil pemeriksaan laboratorium forensik memastikan keaslian ijazah Jokowi, baik dari SMAN 6 Solo maupun Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Uji dilakukan secara menyeluruh, mulai dari bahan kertas, tinta, cap stempel, hingga tanda tangan pejabat kampus.
Artikel Terkait
Kaltim Tancap Gas: 1.038 Desa Siap Luncurkan Koperasi Merah Putih
Transformasi Infrastruktur Nasional: Empat Langkah Strategis AHY untuk Masa Depan Indonesia
Teknologi Tanam Modern Dongkrak Produksi Padi di Ngawi, Gibran dan Menteri Pertanian Turun Langsung ke Sawah
Pemerintah Siapkan Enam Program Stimulus Ekonomi untuk Dongkrak Pertumbuhan Kuartal II 2025"
Tes Calistung Dihapus dari Syarat Masuk SD Mulai Tahun Ajaran 2025/2026
Desa Kayangan Jadi Contoh Keberhasilan Pembangunan Desa, Ini 6 Faktor Kuncinya!
Presiden Hadiri Indonesia-China Business Reception 2025, Tegaskan Komitmen Kerja Sama Strategis
Vietnam Blokir Telegram, Indonesia Menyusul?
Pemerintah Luncurkan Enam Insentif Ekonomi Mulai 5 Juni, Sasar Masyarakat Bisa Manfaatkan Semua Kemudahan Itu
Komnas HAM Soroti Keterlibatan Sipil dalam Insiden Garut, TNI AD Janji Evaluasi Internal