JAKARTA, METROSELEBES.COM - Kelapa, yang dikenal luas sebagai pelepas dahaga alami dan sumber elektrolit yang menyegarkan, kini kembali menjadi sorotan sebagai komoditas unggulan nasional.
Bukan sekadar minuman segar, kelapa nusantara kini menempati peran vital sebagai salah satu penopang perekonomian daerah di Indonesia.
Kementerian Pertanian Republik Indonesia baru-baru ini mengumumkan data terbaru mengenai 10 provinsi penghasil kelapa terbesar di tanah air.
Baca Juga: Desa Bangkit Lewat Koperasi Desa Merah Putih, Sulawesi Tengah Siap Jadi Poros Baru Ekonomi
Data ini menunjukkan bahwa kelapa menjadi komoditas strategis yang diproduksi secara luas dan masif di berbagai wilayah, dengan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan, nilai ekspor, serta kesejahteraan petani lokal.
Adapun 10 provinsi sentra produksi kelapa terbesar berdasarkan luasan dan hasil produksi adalah sebagai berikut:
1. Riau – 440.477 Ha dengan produksi 411.299 Ton
2. Sulawesi Utara (Sulut) – 272.380 Ha, produksi 268.833 Ton
3. Jawa Timur (Jatim) – 222.711 Ha, produksi 226.591 Ton
4. Maluku Utara (Malut) – 204.407 Ha, produksi 204.401 Ton
5. Sulawesi Tengah (Sulteng) – 219.310 Ha, produksi 196.206 Ton
6. Jawa Tengah (Jateng) – 191.697 Ha, produksi 152.439 Ton
7. Jambi – 115.580 Ha, produksi 114.457 Ton
Artikel Terkait
Delegasi National Defence College Nigeria Pelajari Strategi Pengembangan UMKM Indonesia
Akhir Penantian Panjang & Kebangkitan: Saat Klub dan Bintang Seperti Harry Kane Raih Trofi Perdana
Son Heung-min: Dari Keteguhan Hati Menuju Trofi Pertama Bersama Spurs
Akankah Konflik China-Taiwan Meledak dan Menghantam Pasar?
Tidak Banyak Bicara, Banyak Bekerja: Inilah Sisi Lain dari Calvin Verdonk
Tarif Balasan Berkurang, Tapi Apakah Ini Akhir dari Ketegangan Dagang?
Kopbeat Jingle Competition: Suara Kreatif Bangun Ekonomi Desa Lewat Nada Koperasi Merah Putih
Papua Terkoneksi: Transformasi Digital Menembus Pedalaman
Capung, Penjaga Sunyi Ekosistem yang Terlupakan
Desa Bangkit Lewat Koperasi Desa Merah Putih, Sulawesi Tengah Siap Jadi Poros Baru Ekonomi