JAKARTA, METROSELEBES.COM - Di balik tubuhnya yang mungil dan sayap yang tampak rapuh, capung ternyata memiliki peran penting sebagai penjaga keseimbangan ekosistem, khususnya di wilayah pedesaan.
Serangga yang telah menghuni bumi sejak lebih dari 300 juta tahun lalu ini memiliki fungsi ekologis yang tak bisa diabaikan.
Sebagai predator alami, capung membantu menekan populasi serangga lain, termasuk hama tanaman dan nyamuk.
Dengan memangsa serangga-serangga kecil dan larva, capung turut menjaga rantai makanan tetap seimbang. Perannya sebagai Penjaga Ekosistem tidak berhenti di situ.
Baca Juga: Papua Terkoneksi: Transformasi Digital Menembus Pedalaman
Larva capung sangat sensitif terhadap perubahan kualitas air, sehingga dapat dijadikan bioindikator pencemaran lingkungan, khususnya pada sumber air desa.
Namun, populasi capung kini terus menurun. Beberapa faktor penyebabnya antara lain penggunaan pestisida yang berlebihan, hilangnya lahan hijau dan persawahan, serta pencemaran air.
Kehilangan capung bukan sekadar kehilangan serangga, melainkan juga kehilangan "alarm alam" yang memberi tanda adanya ketidakseimbangan ekosistem.
Baca Juga: Kopbeat Jingle Competition: Suara Kreatif Bangun Ekonomi Desa Lewat Nada Koperasi Merah Putih
Untuk menjaga keberadaan capung, masyarakat diajak melakukan langkah sederhana seperti menanam bunga dan tanaman lokal, menjaga kebersihan air dan irigasi, mengurangi penggunaan pestisida, serta memberikan edukasi lingkungan kepada anak-anak.
Dengan tindakan ini, diharapkan capung bisa kembali lestari dan alam desa tetap terjaga.
“Capung akan kembali lestari jika kita menjaga alam desa bersama,” tulis akun resmi Kemendesa PDTT dalam unggahan edukatif mereka.***
Artikel Terkait
Aplikasi Peduli Lindungi Disusupi Judi Online, Komdigi Resmi Blokir Akses
Danantara Akan Masuk Proyek Energi, Menteri Bahlil Pastikan Porsi Investasi Akan Diatur ESDM
Delegasi National Defence College Nigeria Pelajari Strategi Pengembangan UMKM Indonesia
Akhir Penantian Panjang & Kebangkitan: Saat Klub dan Bintang Seperti Harry Kane Raih Trofi Perdana
Son Heung-min: Dari Keteguhan Hati Menuju Trofi Pertama Bersama Spurs
Akankah Konflik China-Taiwan Meledak dan Menghantam Pasar?
Tidak Banyak Bicara, Banyak Bekerja: Inilah Sisi Lain dari Calvin Verdonk
Tarif Balasan Berkurang, Tapi Apakah Ini Akhir dari Ketegangan Dagang?
Kopbeat Jingle Competition: Suara Kreatif Bangun Ekonomi Desa Lewat Nada Koperasi Merah Putih
Papua Terkoneksi: Transformasi Digital Menembus Pedalaman