KPAI Soroti Program Karakter Gubernur Dedi Mulyadi, 6,7 Persen Siswa Tak Tahu Alasan Masuk Barak TNI

photo author
REDAKSI, Metro Selebes
- Sabtu, 17 Mei 2025 | 13:22 WIB
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (Dok Humas Provinsi Jawa Barat)
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (Dok Humas Provinsi Jawa Barat)

JAKARTA, METROSELEBES.COMKomisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti program pendidikan karakter yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai ditemukan adanya siswa yang tidak mengetahui alasan mereka dikirim ke barak milik Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Program yang tengah hangat diperbincangkan di media sosial itu mengharuskan puluhan siswa mengikuti pembinaan di barak militer, dengan dalih menanamkan kedisiplinan.

Baca Juga: Duet Dewi Persik dan Nabil Curi Perhatian: Pujian Mengalir, Kritik pun Muncul

Sebanyak 30 siswa telah lebih dahulu diberangkatkan ke Rindam III Siliwangi, Bandung, sejak 5 Mei 2025.

Komisioner KPAI, Jasra Putra, dalam konferensi pers virtual pada Jumat, 16 Mei 2025, mengungkapkan bahwa 6,7 persen dari peserta menyatakan tidak mengetahui alasan mereka mengikuti program tersebut.

“Sebanyak 6,7 persen siswa menyatakan tidak mengetahui alasan mereka mengikuti program,” ungkap Jasra.

Baca Juga: Petugas Siapkan Hotel Khusus Bagi Jemaah Haji Yang Terpisah Dari Rombongan

Program serupa juga telah mengirimkan 39 siswa SMP ke Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Armed 9 di Purwakarta.

Menurut Jasra, ada kekhawatiran terkait latar belakang peserta yang dikirim ke dua barak TNI tersebut.

Ia menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh agar program benar-benar menyasar siswa yang membutuhkan.

“Temuan ini menunjukkan perlunya peninjauan kembali terhadap ketepatan sasaran peserta dalam pelaksanaan program,” tegasnya.

Baca Juga: Grup Fantasi Sedarah di Facebook Viral, DPR RI Desak Polisi Bertindak: “Ini Gila dan Harus Dihukum!”

Lebih lanjut, Jasra mengkritisi proses seleksi peserta yang disebut hanya berdasarkan rekomendasi guru Bimbingan Konseling (BK) tanpa melalui asesmen psikolog profesional.

“Bahkan ada ancaman bahwa siswa yang menolak mengikuti program bisa tidak naik kelas,” pungkasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mahful Haruna

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X