"Penyakit menular, seperti flu, demam, atau penyakit menular lainnya karena interaksi dengan jamaah dari berbagai negara dengan kondisi kesehatan yang berbeda juga perlu diantisipasi." katanya.
Juga terdapat penyakit kronis yang bisa jadi dialami jemaah. Kondisi seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung bisa menjadi lebih sulit dikontrol karena perubahan pola makan, kurang istirahat, dan stres selama perjalanan.
“Serta trauma atau cedera, terutama karena kepadatan besar dalam melakukan ritual seperti tawaf dan melempar jumrah.” terang dr. Lek.
Baca Juga: Keberanian Farhan Rizky Romadon, Stafsus Kemenag: Kedepankan Anti Kekerasan sebagai Prioritas Utama
Untuk itu, ia merekomendasikan beberapa obat yang disarankan untuk dibawa oleh jemaah haji, yaitu:
- Obat Antidiare,
- Obat Pencernaan,
- Obat Pereda Nyeri,
- Obat Alergi,
- Obat untuk Masalah Kulit,
- Obat flu dan batuk,
- Obat Pribadi, Obat-obatan yang biasa dikonsumsi untuk kondisi kesehatan tertentu, seperti obat untuk tekanan darah tinggi, diabetes, jantung atau kondisi medis lainnya.
Dengan mempersiapkan obat-obatan yang tepat, calon jemaah haji dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan dan menjalani ibadah haji dengan lebih tenang dan nyaman.
Baca Juga: Tolong Di Catat, Untuk Penempatan Hotel Jemaah Haji Indonesia di Makkah dan Madinah
Kemenag mengimbau agar setiap calon jemaah haji tahun 2024 memperhatikan hal ini secara serius dengan sebagai bagian dari persiapan mereka untuk menjalankan ibadah haji dengan baik.***
Artikel Terkait
Keberanian Farhan Rizky Romadon, Stafsus Kemenag: Kedepankan Anti Kekerasan sebagai Prioritas Utama
MenPAN RB: Sebanyak 2,3 Juta Tenaga Honorer dengan SPTJM akan Diangkat Menjadi ASN pada 2024
Tolong Di Catat, Untuk Penempatan Hotel Jemaah Haji Indonesia di Makkah dan Madinah
Untuk PNS dan Pensiunan Kapan Gaji ke 13 Akan Meluncur ke Rekening Bank, Berikut Penjelasannya
Warga Sulsel Mendapatkan Bantuan 40 Ton Beras dari Pemerintah Pusat, Dampak Banjir dan Longsor