Keberanian Farhan Rizky Romadon, Stafsus Kemenag: Kedepankan Anti Kekerasan sebagai Prioritas Utama

photo author
Fakhrunrazi KP, Metro Selebes
- Kamis, 9 Mei 2024 | 16:37 WIB
Staf Khusus Menag bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo (Kemenag)
Staf Khusus Menag bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo (Kemenag)

METRO SELEBES.COM- Farhan Rizky Romadon melakukan tindakan berani menghalau tindakan pengeroyokan kepada mahasiswi Katolik saat pengarang di Pamulang. Atas aksinya, kepala Farhan bahkan sampai terluka.

Keberanian Farhan mendapat apresiasi dari Staf Khusus Menteri Agama bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo. Menurutnya, tindakan Farhan adalah suatu bentuk keberanian menolak kekerasan.

"Aksi Farhan patut diapresiasi. Setiap kita sudah seharusnya menolak tindak kekerasan dan mengedepankan anti kekerasan. Ini bagian dari wujud sikap moderat," sebut Wibowo Prasetyo.

Ribut antarwarga terjadi di Jalan Ampera, Babakan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) pada 5 Mei 2024. Saat kejadian, sejumlah mahasiswa tengah menggelar doa bersama (Rosario) berdasarkan ajaran Katolik.

Dikatakan Wibowo, persoalan keummatan sebaiknya diselesaikan dengan dialog, bukan kekerasan, apalagi sampai pengeroyokan. Jika didiskusikan dengan baik, Wibowo yakin akan mendapatkan solusi bersama atas permasalahan yang terjadi.

“Farhan bisa menjadi contoh bagi kita bersama tentang persahabatan universal, persahabatan yang tidak terikat sekat agama,” sebut Wibowo.

Farhan juga mengingatkan kita tentang pentingnya menolak tindak kekerasan dan mengedepankan dialog, sambungnya.

Farhan Rizky Romadon, Staf Khusus (Stafsus) Kementerian Agama (Kemenag), telah menunjukkan keberanian dan komitmen yang luar biasa dalam memajukan agenda anti kekerasan.

Sebagai seorang yang berani mengambil langkah-langkah untuk menghadapi masalah yang sulit, Farhan Rizky Romadon adalah contoh inspiratif bagi banyak orang.

Dengan komitmennya terhadap anti kekerasan, ia membawa harapan untuk masa depan yang lebih baik, di mana semua orang dapat hidup dalam kedamaian dan keadilan.

Kemenag terus berupaya memperkuat moderasi beragama. Ada empat indikator penguatan, salah satunya anti kekerasan. Tiga indikator lainnya adalah komitmen kebangsaan, toleransi, dan ramah tradisi.

Semoga upayanya terus memberikan dampak positif yang nyata dalam upaya pencegahan kekerasan di Indonesia.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Panca Saputra

Sumber: Kemenag

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB
X