METROSELEBES.COM - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto, meminta Pemerintah segera mencabut izin usaha 40 perusahaan asal China yang terbukti memproduksi baja ilegal.
Pemerintah diminta jangan tebang pilih dalam menegakan aturan hukum, mengingat konsekuensi dari beredarnya baja ilegal itu sangat berbahaya bagi keamanan konsumen dan juga bisa merugikan perusahaan baja lain yang mematuhi peraturan perundangan.
“Kita membutuhkan investasi dari luar, namun investasi yang berkualitas sehingga mampu menggerakkan ekonomi nasional, bukan malah menimbulkan komplikasi bagi ekonomi domestik,” kata Mulyanto.
Baca Juga: Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas untuk Persiapan World Water Forum ke-10
Semua kementerian terkait, kata Mulyanto, harus segera melakukan koordinasi dan mengambil keputusan tegas yaitu mencabut izin operasional perusahaan yang memproduksi baja ilegal.
“Bila perlu ditelusuri pihak mana saja yang menjadi beking praktik ilegal ini. Karena bukan tidak mungkin ada prosedur lain yang dilanggar oleh perusahaan-perusahan itu sehingga berani memproduksi baja yang tidak sesuai standar Indonesia,” kata Mulyanto.
Mulyanto minta Pemerintah serius menyikapi pelanggaran ini. Jangan karena ingin menggenjot datangnya investasi asing Pemerintah terkesan permisif, membolehkan apapun yang diminta investor, asal berkenan mendirikan usaha di Indonesia.
Baca Juga: KPK Periksa Petinggi PT Taspen Terkait Pengelolaan Dana Investasi
“Pola pikir seperti itu sangat berbahaya. Secara tidak langsung Pemerintah seperti menggadai kedaulatan negara kepada perusahaan-perusahan asing. Padahal ujung-ujungnya sangat merugikan masyarakat dan negara. Kasus-kasus investasi bermasalah dari negeri Tiongkok kerap muncul sebelumnya terutama di industri smelter nikel,” ujarnya.
Artikel Terkait
Kerjasama Antara Arab Saudi dan Indonesia Tentang Standar Halal
Rutan Donggala Menggelar Kegiatan Ibadah Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang Beragama Kristen
Jokowi Umumkan Kabar Gembira: 200 Ribu Formasi Khusus di IKN untuk Honorer, Menpan RB Siap Buka Lowongan
KPK Periksa Petinggi PT Taspen Terkait Pengelolaan Dana Investasi
Presiden Jokowi Pimpin Rapat Terbatas untuk Persiapan World Water Forum ke-10