"Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengajak Kemenag bekerja sama lebih erat, detail dan komprehensif untuk menjaga jangan sampai ada korban jemaah yang dirugikan," tambahnya.
“Ini sekali lagi saya mengingatkan agar tidak banyak anggota masyarakat yang tertipu atau terkena masalah,” tandasnya lagi.
Pemvisaan Jemaah
Terpisah, Direktur Layanan Haji dalam Negeri pada Ditjen PHU Kemenag Saiful Mujab menambahkan bahwa pihaknya saat ini tengah menyiapkan dokumen dan memproses visa jemaah haji regular Indonesia.
Menurutnya, setelah proses pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) selesai, tahap selanjutnya adalah penyiapan dokuman dan proses pemvisaan.
“Saat ini sedang proses visa dan dokumen lainnya seperti paspor, bio visa, dan lainnya,” sebut Saiful Mujab.
“Sampai sekarang, sudah sekitar 23.000 jemaah yang sudah terbit visanya. Ini akan terus berproses hingga semua visa jemaah haji Indonesia terbit,” sambungnya.
Bersamaan dengan proses pemvisaan, kata Saiful Mujab, pihaknya juga melakukan proses pemaketan layanan jemaah dan penyusunan kelompok terbang (kloter). Untuk jadwal penerbangan jemaah haji sudah ditetapkan, baik yang akan berangkat dengan Saudia Airlines maupun Garuda Indonesia.
Artikel Terkait
Telah Di buka Pendaftaran UM-PTKIN, Berikut Cara Mendaftarnya dan Waktunya..
Informasi Dari Polisi: 1.165.237 Kendaraan Lintasi Jalur Puncak Bogor Selama Libur Lebaran 2024
Program Bantuan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam 2024 Dibuka, Daftar di sini!
INFORMASI DARI KPK: Bupati Sidoarjo Tak Penuhi Panggilan, Alasan Sakit
Waktu Jemaah Indonesia Mulai Terbang ke Saudi 12 Mei 2024 dan Ini Rencana Perjalanan Hajinya