"Bukan jemaahnya yang kena, namun yang kita khawatirkan ada bibit-bibitnya yang bisa menular ke semua orang," jelas Lilik.
Selain vaksin wajib, Kemenkes juga menyebut bahwa vaksin pneumonia dan vaksin influenza bisa menjadi alternatif untuk menunjang kesehatan jemaah.
"Vaksin yang sunah untuk jemaah yaitu influenza dan pneumonia. Vaksin ini, fungsinya untuk memberikan perlindungan sebagaimana covid, kalau kita kelelahan atau tertular ulang, masih bisa terjaga," pungkasnya.
Pada penyelenggaraan haji tahun 1445 H/2024 M, Kemenkes telah menyiapkan 255 dokter yang terdiri dari dokter umum dan dokter spesialis. Para dokter yang ditugaskan ini, rencananya akan turut membersamai 241.000 jemaah dengan 45.000 jemaah lansia.***
Artikel Terkait
INFORMASI PENTING! Polrestro Jaksel Sediakan Penitipan Kendaraan Selama Masa Mudik Lebaran 2024
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Kembali Akan Membuka Program Kedua Mudik Gratis Lebaran 2024
Sebanyak 61,6 Juta Orang Diperkirakan Mudik ke Jateng, Legislator PKS Jateng Soroti Jalur Pantura yang Rusak Parah
Politisi PKS Minta Pemerintah Perlu Segera Larang Ekspor Nikel Kadar Rendah
Pemkot Jakpus dan BBPOM DKI Gelar Pengawasan Takjil di Johar Baru