Mengutip data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 2022, cadangan bijih nikel saprolite mencapai 2,38 miliar ton. Sementara kebutuhan saprolite per tahun mencapai 425,6 juta ton untuk smelter berbasis rotary kiln electric furnace (RKEF) atau pirometalurgi.
Sebelumnya Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Rizal Kasli memperkirakan bahwa umur cadangan saprolit di Indonesia paling lama hanya mencapai 7 tahun lagi. Ini dengan asumsi penyerapannya mencapai 460 juta ton per tahun.
Dalam Raker Komisi VII DPR RI dengan Menteri ESDM, (19/3/2024) disampaikan Menteri bahwa cadangan nikel khususnya jenis Saprolit atau nikel kadar tinggi akan habis dalam kurun waktu 13 tahun lagi bila tidak ada penambahan jumlah cadangan.***
Artikel Terkait
Siap-Siap! 38 Ribu Tiket Promo Mudik Lebaran Disebar KAI Untuk Mudik Lebaran 2024
Kembali Satu Fraksi di DPRD Jatim, Ketua PKS: Titik Tolak untuk Siapkan Kemenangan Pilkada 2024 dan Pemilu 2029
INFORMASI PENTING! Polrestro Jaksel Sediakan Penitipan Kendaraan Selama Masa Mudik Lebaran 2024
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Kembali Akan Membuka Program Kedua Mudik Gratis Lebaran 2024
Sebanyak 61,6 Juta Orang Diperkirakan Mudik ke Jateng, Legislator PKS Jateng Soroti Jalur Pantura yang Rusak Parah