MOSKOW,METROSELEBES.COM-Perusahaan minyak terbesar Rusia, Rosneft, mengumumkan pada Senin bahwa mantan Menteri Energi Qatar, Mohammed Bin Saleh Al-Sada, kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Direksi perusahaan tersebut. Seperti dikutip dari Reuters pada Senin (21/07/2025).
Al-Sada pertama kali menjabat posisi tersebut pada Juni 2023. Dalam masa jabatan keduanya, ia akan menghadapi tantangan besar, termasuk mengarahkan perusahaan melewati tekanan sanksi terbaru yang dijatuhkan oleh Uni Eropa. Sanksi tersebut tidak hanya ditujukan kepada Rosneft, tetapi juga menyasar kilang minyak Nayara Energy di India, di mana Rosneft memiliki kepemilikan saham.
Baca Juga: Aksi Heroik Nelayan Laut Sulawesi: Nyawa Diselamatkan di Tengah Kobaran Api
Rosneft mengecam langkah Uni Eropa tersebut, menyebutnya sebagai “tidak berdasar dan ilegal.” Perusahaan juga memperingatkan bahwa sanksi terhadap Nayara Energy secara langsung mengancam keamanan energi India, salah satu negara dengan pertumbuhan permintaan energi tercepat di dunia.
Mohammed Bin Saleh Al-Sada merupakan sosok berpengaruh di dunia energi global. Ia menjabat sebagai Menteri Energi dan Industri Qatar serta Ketua Dewan Qatar Petroleum (kini QatarEnergy) dari tahun 2011 hingga 2018. Pengalamannya yang luas di sektor energi diharapkan mampu memperkuat posisi Rosneft di tengah dinamika geopolitik yang kian kompleks.
Penunjukan kembali Al-Sada dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Rosneft ingin mempertahankan strategi internasionalnya, sekaligus memperkuat hubungan energi dengan mitra non-Barat seperti India dan negara-negara Timur Tengah, di tengah memburuknya hubungan dengan negara-negara Barat.