internasional

Dari Jalanan Hong Kong ke Pameran di Taipei: Perjuangan Fu Tong Tak Berakhir

Senin, 2 Juni 2025 | 13:07 WIB
Elaine To bekerja di tabletnya di gym tinju Thai yang ia kelola bersama Fu Tong di Taipei, Taiwan, pada 24 Mei 2025. Source FOTO: REUTERS

TAIPEI,METROSELEBES.COM-Di tengah suasana yang semakin mengekang di tanah kelahirannya, aktivis Hong Kong Fu Tong bersama istrinya, Elaine To, terus menyuarakan semangat demokrasi dari pengasingan. Pasangan ini termasuk di antara demonstran pertama yang didakwa melakukan kerusuhan pada 2020, menyusul gelombang protes pro-demokrasi dan anti-Tiongkok yang mengguncang Hong Kong sejak 2019.

 Baca Juga: Panen Tetap Cuan di Musim Kemarau: Ini 7 Tanaman Tahan Kering yang Cocok untuk Petani Indonesia”

Kini bermukim di Taipei, Taiwan, Fu Tong tak berhenti memperjuangkan kebebasan. Menjelang peringatan tragedi berdarah Tiananmen pada 4 Juni, ia bersiap mengadakan berbagai kegiatan untuk mengenang para korban dan menyuarakan pentingnya kebebasan berbicara—sesuatu yang kini nyaris tak mungkin dilakukan di Hong Kong.

 

"Saat Hong Kong sudah tak bisa lagi menggelar nyala lilin 4 Juni, bahkan menyebutnya pun dilarang, keberadaan Taiwan menjadi sangat penting," ujar Fu, 43 tahun, dalam wawancara dengan Reuters. "Ini salah satu dari sangat sedikit tempat di Asia di mana orang bisa mengenang tragedi 4 Juni secara terbuka, membahasnya, bahkan mengecam Partai Komunis Tiongkok. Keberadaan ruang seperti ini sangat berarti."

 Baca Juga: Taiwan Pastikan Utang AS Aman, Dolar AS Tetap Dominan Sebagai Mata Uang Cadangan Dunia

Bersama komunitas diaspora Hong Kong di Taiwan, Fu menyelenggarakan pameran hak asasi manusia yang menampilkan karya seni dari gerakan protes. Ia juga memandu tur edukatif di pameran tersebut, membawa pesan perjuangan kepada generasi muda dan masyarakat luas.

 

Sementara Taiwan tetap menjadi satu-satunya wilayah berbahasa Mandarin yang memungkinkan peringatan Tiananmen secara terbuka, komunitas diaspora Tiongkok di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan negara-negara Barat lainnya juga akan menggelar acara serupa. Sebaliknya, di Hong Kong, hukum keamanan nasional yang diberlakukan pada 2020 telah memberangus semua bentuk peringatan tersebut.

 Baca Juga: Hakim AS Pertimbangkan Sanksi Lebih Ringan bagi Google dalam Kasus Monopoli Mesin Pencari

Fu menegaskan bahwa semangatnya untuk memperjuangkan kebebasan dan keadilan tetap menyala.

 

"Aku merasa seperti dipanggil untuk hidup di era ini," katanya. "Kalau bukan aku yang melakukan hal-hal yang tampak bodoh dan tak menguntungkan ini, lalu siapa lagi? Selama aku mampu, aku akan terus berjalan."

 

Halaman:

Tags

Terkini