Indeks Dow Jones Industrial Average turun 256,02 poin (0,61%) ke level 41.603,07. Indeks S&P 500 turun 39,19 poin (0,67%) menjadi 5.802,82, sementara Nasdaq Composite terkoreksi 188,53 poin (1,00%) ke level 18.737,21.
Secara mingguan, Dow terkoreksi 2,47%, S&P 500 turun 2,61%, dan Nasdaq merosot 2,48%.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan bahwa Trump menilai tawaran dagang Uni Eropa belum memenuhi ekspektasi. Ia berharap ancaman tarif baru ini bisa menjadi "pembakar semangat" dalam proses negosiasi dengan Eropa.
Baca Juga: Hubungan Erat Harvard dengan Tiongkok Kini Jadi Sorotan Politik di Bawah Pemerintahan Trump
Saham-saham raksasa seperti Amazon (AMZN.O), Nvidia (NVDA.O), dan Meta Platforms (META.O) turut melemah lebih dari 1%, sedangkan Tesla (TSLA.O) turun 0,5%. Indeks volatilitas CBOE (VIX), yang dikenal sebagai indikator ketakutan investor, melonjak lebih dari 10% ke level tertinggi dalam dua minggu terakhir. Saham sektor semikonduktor juga terkoreksi 1,5%.
Produsen sepatu UGG, Deckers Outdoor (DECK.N), merosot hampir 20% setelah memproyeksikan penjualan kuartal pertama di bawah ekspektasi dan menolak memberikan panduan tahunan akibat ketidakpastian ekonomi makro yang dipicu oleh tarif. Nike (NKE.N) juga ikut turun 2,1%.
Baca Juga: China Janji Lindungi Mahasiswa di Luar Negeri Usai AS Batasi Akses ke Harvard
Total volume transaksi di bursa saham AS mencapai 17,67 miliar saham, mendekati rata-rata harian 17,73 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.
Ketegangan dagang yang kembali mencuat ini menunjukkan bahwa pasar masih sangat rentan terhadap kebijakan proteksionis, dan pelaku pasar harus kembali bersiap menghadapi volatilitas tinggi dalam waktu dekat.