Pemerintah Tiongkok mengutuk kebijakan AS ini, menyebutnya sebagai tindakan yang merusak reputasi internasional Amerika, dan berjanji melindungi hak mahasiswa Tiongkok di luar negeri.
Sementara itu, mahasiswa seperti Zhang Kaiqi, yang sudah bersiap pulang ke Tiongkok, terpaksa membatalkan penerbangannya dan kehilangan kesempatan magang di sebuah LSM. “Saya benar-benar terpukul dan bingung harus bagaimana,” ujarnya.
Beberapa mahasiswa kini bergabung dalam grup WhatsApp untuk berbagi saran hukum, termasuk anjuran untuk tidak bepergian dan menunggu arahan resmi dari kampus.
Kebijakan ini dinilai sebagai respons atas penolakan Harvard memberikan data visa mahasiswa asing. Pemerintah AS menyatakan larangan ini dapat dicabut jika universitas bersedia bekerja sama.
Baca Juga: Tokoh Oposisi Venezuela Juan Pablo Guanipa Ditangkap atas Dugaan Terorisme Jelang Pemilu
Di tengah kekacauan ini, universitas-universitas lain seperti Hong Kong University of Science and Technology mulai menawarkan penerimaan khusus bagi mahasiswa yang terdampak.
Bagi mahasiswa seperti Zhao (23), situasi ini membuat rencana hidupnya berantakan. “Saya mungkin harus menunda kuliah selama setahun atau pindah ke kampus lain,” katanya.