Sementara itu, Rich Nuzum dari firma penasihat Mercer mengatakan bahwa solusi terbaik yang ditemukan kliennya adalah diversifikasi aset. “Pengujian stres untuk skenario krisis kini semakin sering dilakukan,” ujarnya.
Baca Juga: BYD Unggul di Teknologi Smart Driving, Siap Geser Tesla?
Ketegangan lintas Selat Taiwan terus meningkat, apalagi setelah latihan militer dua hari oleh China di sekitar pulau tersebut pada April lalu. Pernyataan terbaru Presiden Taiwan Lai Ching-te yang mengedepankan perdamaian justru ditanggapi sinis oleh China, yang menyebutnya sebagai “taktik bermuka dua” dan menegaskan bahwa reunifikasi adalah “tren yang tak terelakkan”.
Dengan semakin rapuhnya perdamaian dan meningkatnya retorika keras dari kedua belah pihak, para investor kini menghadapi kenyataan pahit: tak ada tempat aman jika konflik benar-benar meletus.