internasional

Logika atau Tekanan: Siapa yang Akan Mengalah dalam Perundingan Nuklir?

Rabu, 21 Mei 2025 | 05:55 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, melambaikan tangan selama sebuah pertemuan di Teheran, Iran, 20 Mei 2025. Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA (Kantor Berita Asia Barat). Source FOTO: REUTERS

Baca Juga: Xiaomi Luncurkan Produksi Massal Chip Xring O1: Siap Tanding di Dunia Semikonduktor

Trump, yang kembali menjabat sebagai Presiden sejak awal 2025, dikenal sebagai penentang keras kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dan kekuatan dunia. Pada masa jabatan pertamanya (2017–2021), ia menarik AS dari perjanjian tersebut dan kembali memberlakukan sanksi keras terhadap Iran. Sebagai respons, Iran meningkatkan level pengayaan uraniumnya.

Baca Juga: Menkeu Jepang: Pertemuan dengan AS Akan Fokus pada Stabilitas Nilai Tukar

Dengan ketegangan yang terus meningkat, masa depan perundingan nuklir Iran dan Amerika Serikat tampak semakin suram. Kedua belah pihak kini berada di persimpangan jalan yang menentukan arah kebijakan nuklir dan stabilitas kawasan di tahun-tahun mendatang.

 

Halaman:

Tags

Terkini