internasional

Inggris dan Uni Eropa Sepakati Babak Baru Kerja Sama Perdagangan dan Pertahanan Pasca-Brexit

Senin, 19 Mei 2025 | 18:27 WIB
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, berbicara dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dan Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, dalam sebuah pertemuan antara Inggris dan Uni Eropa untuk membahas hubungan yang lebih erat dalam pertemuan pertama mereka. Source FOTO: REUTERS

LONDON/BRUSSELS,METROSELEBES.COM-Inggris dan Uni Eropa (UE) akhirnya menyepakati pembaruan hubungan terbesar mereka sejak Brexit, mencakup kerja sama perdagangan dan pertahanan yang lebih erat. Senin (19/05/2025)

Kesepakatan ini menjadi tonggak penting setelah hampir sembilan tahun hubungan yang tegang sejak referendum 2016 yang memutuskan keluarnya Inggris dari blok tersebut.

Baca Juga: Kejutan Politik di Portugal: Chega Raih Dukungan Tertinggi, Dua Partai Besar Terancam Tergeser

Didorong oleh dinamika global baru, terutama akibat kebijakan proteksionis mantan Presiden AS Donald Trump dan tantangan keamanan Eropa, kedua pihak menyadari perlunya memperkuat kolaborasi strategis. Kesepakatan ini mencakup partisipasi Inggris dalam proyek pengadaan pertahanan bersama dan kemudahan perdagangan produk makanan serta kunjungan warga negara ke Uni Eropa.

 

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, yang pernah mendukung Inggris tetap berada dalam Uni Eropa, menyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk memberikan manfaat nyata bagi rakyat Inggris. “Sudah saatnya kita menatap ke depan dan meninggalkan perdebatan lama yang melelahkan. Kami ingin solusi praktis yang mengutamakan kepentingan masyarakat,” ujar Starmer dalam pernyataannya.

 

Baca Juga: Oknum Guru Ngaji di Palu Selatan Dilapor Dugaan Asusila, Begini Kronologi Kejadiannya..!

Pemerintah Inggris memperkirakan bahwa pengurangan hambatan dagang, terutama untuk produk makanan dan pertanian, akan membantu menurunkan harga pangan dan menambah hampir 9 miliar pound sterling (sekitar Rp230 triliun) terhadap perekonomian Inggris hingga tahun 2040.

 

Dalam sektor pertahanan, perusahaan-perusahaan besar Inggris seperti BAE Systems, Rolls-Royce, dan Babcock akan dapat berpartisipasi dalam program penguatan militer Eropa senilai 150 miliar euro. Ini membuka peluang besar bagi industri pertahanan Inggris untuk kembali terlibat dalam proyek strategis di benua tersebut.

 

Baca Juga: DQLab Gelar Mini Bootcamp untuk Atasi Kesenjangan Digital Lewat Pendidikan Data

 

Halaman:

Tags

Terkini